Tragedi Mina dan Mekkah Hasil Kompetisi Perebutan Tahta Dua Pangeran Saudi

RIYADH, Arrahmahnews.com  – Dengan kematian raja Arab Saudi, Abdullah, dan kedatangan saudara tirinya, Salman, sebagai raja yang baru, persaingan sengit diantara kedua pangeran, yaitu putra mahkota dan wakil putra mahkota disebut-sebut sebagai  penyebab utama atas tragedi demi tragedi  yang  terjadi dan disebabkan oleh Arab Saudi. (Baca juga: Perselisihan Keluarga Kerajaan “Aly Su’ud” Semakin Memanas)

Muhammad bin Salman, Raja Salman, Muhammad bin Nayef @Ashraq Al-Awsat

Jaringan nilenet menyebut persaingan tersebut berlangsung terus menerus antara Putra mahkota Muhammad bin Nayef bin Abdul Aziz, sebagai pangeran pertama dan sekaligus Menteri dalam negeri, dengan Muhammed bin Salman bin Abdul Aziz, putra raja Saudi saat ini, yang juga menjabat sebagai wakil putra mahkota sekaligus menteri pertahanan Saudi. (Baca juga: Sejumlah Pangeran Desak Pemakzulan Raja Saudi)

Media tersebut menulis bahwa persaingan antara kedua pangeran yang terkait langsung dengan nasib dan masa depan rakyat dan pemerintahan Arab Saudi adalah penyebab utama hal-hal aneh yang terjadi belakangan ini.

Mengambil-alih masalah unjuk rasa di Bahrain dan selalu menekan minoritas agama di wilayah Timur Arab Saudi yang selalu dilakukan oleh Muhammaed bin Nayef,  dan agresi Yaman oleh  Saudi yang digagas oleh Muhammed bin Salman, belum lagi beberapa hal kontroversial lain adalah  wujud kompetisi yang dilakukan kedua pangeran dimana hal itu kemudian berkembang menjadi permusuhan dan konflik yang serius di dalam negeri dan internal kerajaan Saudi. (Baca juga: Gonjang-Ganjing Aktor Dibalik Pembunuhan Saud al-Faisal Saudi)

Pembentukan tim penyelidikan rahasia mengenai kesalahan dan error atas urusan perang Yaman yang telah dilakukan oleh Muhammed bin Nayef, serta usaha Muhammad bin Salman untuk merusak ketidakpercayaan para pejabat Saudi terhadap segala tindakan yang dilakukan oleh putra Mahkota dari Kerajaan Arab Saudi, sekaligus menteri dalam Negeri  Saudi sedang terjadi akhir-akhir ini.

Kekacauan yang diciptakan pada ritual haji kali ini akan membuat Raja Saudi menyingkirkan Pangeran Muhammed bin Nayef dari kursi kementerian Dalam Negeri dan putra mahkota, hal ini kemudian akan membawa Pangeran Muhammad bin Salman sebagai pangeran pertama dan calon raja Saudi satu-satunya dan ini juga berarti kekuasaan Salman akan berlangsung terus turun-temurun.

Penyingkiran Muhammed bin Nayef perlu mendapat persetujuan dari para pangeran dan pejabat Saudi hingga nantinya publik nasional dan internasional tidak akan menganggapnya sebagai sebuah kudeta. (Baca juga: Konsorsium Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kecelakaan di Masjidil Haram)

Menunjukkan kelemahan pemerintah dalam memikul tanggung jawab pelaksanaan ibadah haji yang saat ini dipegang oleh Muhammed bin Nayef, sebagai Menteri Dalam Negeri, akan menjadi alasan bagus untuk menyingkirkannya dari pemerintahan Saudi Arabia.

Jatuhnya Crane di Masjidil Haram, kebakaran hotel,  kereta macet di safa dan Marwa, tragedi Mina, dan lain sebagainya, bisa menggiring opini publik untuk menyingkirkan Muhammad Bin Nayef.(ARN/RM/NilenetOnline)

About Arrahmahnews 30643 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.