Tragedi Mina, Korban Meninggal Jamaah Haji Indonesia 95 Orang

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali berhasil mengidentikasi 4 jenazah jamaah haji Indonesia yang wafat pada peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis (24/09) lalu. Sebelumnya, PPIH sudah mengidentifikasi 91 jenazah, terdiri dari  86 jenazah jamaah haji Indonesia dan 5 jenazah WNI mukimin. (Baca juga: Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Tragedi Mina Jadi 91 Orang)

Kepala Daker Mekkah, Arsyad hidayat

“Pada hari ini bertambah sebanyak 4 jenazah jamaah Indonesia yang telah teridentifikasi  sehingga totalnya menjadi  95 jenazah,” kata Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat, Sabtu (03/10) pukul 08.30 waktu setempat.

Adapun identitas ke-4 jenazah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Muhammad Huardi Sukri, BTH 14, B1458434
  2. Halijah Abu Hanifah, BTH 14, B1306273
  3. Alipudin Sawirja Kaco, JKS 61, B0745298
  4. Asep Ukanda Yaya Sonjaya, JKS 61, B0476629

“Sebagaimana rilis sebelumnya, jamaah yang cedera dan dirawat rumah sakit Arab Saudi  sebanyak 6 orang,” kata Arsyad.

Arsyad menambahkan, sehubungan dengan telah teridentifkasinya 4 jenazah di atas,   jumlah jamaah haji yang dilaporkan belum kembali berkurang  menjadi 34 orang dengan rincian sebagai berikut: 1. Kloter BTH 14 sebanyak 3 orang; 2. Kloter JKS 61 sebanyak 20 orang; 3. Kloter SOC 62 sebanyak 2 orang; 4. Kloter SUB 28 sebanyak 2 orang;

  1. Kloter SUB 36 sebanyak 2 orang; 6. Kloter SUB 48 sebanyak 2 orang; 7. Kloter SUB 61 sebanyak 1 orang; 8. Kloter UPG 10 sebanyak 1 orang; dan 9. Kloter BTH 15 sebanyak 1 orang.

“Kami akan terus berupaya mencari jemaah haji yang masih belum diketemukan sampai dengan saat ini dan akan dikabarkan dalam kesempatan waktu sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Arsyad. (ARN/MM)

Sumber : kemenag

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.