Rusia Serang Teroris ISIS, 600 Jihadis Lari Tunggang-Langgang dari Suriah

SURIAH, Arrahmahnews.com – Rusia mengatakan serangan udara pada pos teroris Takfiri atau ISIS di Suriah telah memaksa sekitar 600 militan meninggalkan Suriah melarikan diri ke Eropa. (Baca juga: Kemenhan Rusia; Serangan Udara Rusia Ke Basis ISIS Raih Kesuksesan)

Jendral Andrei Kartapolov dari Rusia

Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov, Rusia pejabat senior Staf Umum, membuat pernyataan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu untuk menjelaskan hasil penyerangan Moskow selama tiga hari serangan udara di Suriah kepada pos ISIS.

“Pengamatan kami menunjukkan bahwa para militan ISIS telah meninggalkan daerah yang di bawah kendali mereka. Para Militan/ISIS mulai panik dan desersi,” katanya, menambahkan, “ada 600 tentara militan bayaran telah meninggalkan posisi mereka dan mencoba untuk menemukan jalan mereka ke Eropa.”

Rusia mengumumkan secara resmi rencana peningkatan intensitas serangan udaranya ke pos-pos ISIS, dan Moskow telah berhasil merusak sumber daya material dan teknis milik militan/ISIS serta mengurangi potensi tempur mereka secara signifikan. (Baca juga: Rusia Resmi Serang ISIS di Suriah)

Serangan udara Rusia telah menghancurkan pos-pos komando ISIS, gudang penyimpanan amunisi dan bahan peledak, dan komunikasi, serta kamp-kamp pelatihan dan pabrik yang digunakan ISIS untuk membuat senjata pembom, kata komandan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia, sementara itu, mengatakan Sabtu pagi bahwa selama 24 jam terakhir, jet tempur jenis SU-34 telah membom sebuah pos komando di Provinsi Raqqa, yang berada di bawah kendali ISIS.

“Sebuah ledakan besar di salah satu bunker yang digunakan teroris untuk menyimpan sejumlah besar amunisi,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Ia menambahkan bahwa pesawat tempur Rusia juga meratakan dengan tanah sebuah gudang amunisi di dekat kota Jisr al-Shughur, dan menghancurkan sebuah kamp pelatihan ISIS dekat dengan kota Maaret al-Numan, di Provinsi Idlib, barat laut Suriah.

Moskow memulai kampanye militernya melawan teroris pada 30 September atas permintaan dari pemerintah Damaskus.

Pada hari Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan salah satu tujuan utama dari serangan udara anti-teror Moskow di Suriah adalah untuk melestarikan keutuhan wilayah negara Arab dan menjaga kedaulatan Suriah dari tangan-tangan teroris yang di dukung oleh Barat, Uni Eropa, Turki dan Arab Saudi. (ARN/PTV)

About Arrahmahnews 30608 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

6 Komentar

  1. Oooh sepertinya benar .. ISIS itu perpanjangan tangan yang dibuat Amerika untuk menguasai negara negara Arab.. sehingga tidak ada negara timur tengah yang berpontensi nyerang Israel… kalau Irak diserang langsung jaman Sadam Hussain lah kalau nyerang lagi Suriah nanti namanya tercoreng maka dipakailah ISIS.. makanya kita heran katanya kekuatan barat nyerang ISIS kok tetap saja ISIS makin kuat…

    Jelas jelas yang menjadi musuh Arab adalah Israel kok sasaran ISIS bukan negara itu? Kasihan Jihandis .. korbankan nyawa yang katanya untuk melawan Amerika eh malah terbalik .. menjadi askar sukarela Amerika ….

  2. Sebenarnya bukan hanya ISIS yg mrpkn perpanjangan tangan AS & Ziionis tp juga kelompok pemberontak yg sdh “beroperasi” sejak 2011 dan menguasai banyak wilayah Suriah. Sementara ISIS baru menguasai sedikit wilayah Suriah. Makanya AS memprotes Rusia krn Rusia lbh banyak menyerang pemberontak

  3. jangan kaget jangan heran kalo As itu suka buat organisasi radikal/ektrimis buat kekacauan negara muslim buat pecah belah umat muslim dan perlu diingat biar senjata As biar laku.berdasarkan keterangan agen/intelejen As NSA Snoden&mantan menlu As Hellery Clinton bahwa isis,al Qaidah,alnusroh dan banyak lagi organisasi radikal itu hasil kerja intelejen sekutu yg dipimpin As untuk kepentingan As lan konco2nya

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.