Serangan AS Bakar Hidup-Hidup Klinik Kunduz; Video

AFGANISTAN, Arrahmahnews.com – Korban selamat dari serangan udara AS pada sebuah klinik yang dikelolah oleh Dokter Tanpa Batas di Kunduz, Afghanistan utara, mengatakan para pasien tidak bisa bergerak hingga akhirnya terpanggang sampai mati.

“Pasien-pasien yang mampu telah bergerak cepat berlindung dalam bunker untuk mencari keselamatan. Tapi pasien yang tidak dapat melarikan diri terbakar sampai mati saat mereka sedang berbaring di tempat tidur mereka, “kenang Heman Nagarathnam, kepala program kelompok amal, MSF (Medecins Sans Frontieres). Dia juga mengatakan sejumlah pasien yang tertinggal di ruang operasi hangus terbakar.

“Bom-bom menghantam dan kemudian kami mendengar suara pesawat”, kata Nagarathnam, dan menambahkan, “Ada jeda, antara bom satu dengan berikutnya. Hal ini terjadi lagi dan lagi. “

MSF mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 02:10 waktu setempat (2040 GMT), Sabtu (3/10) serangan udara berlangsung selama lebih dari setengah jam setelah para pejabat AS dan militer Afghanistan di Kabul dan Washington pertama kali diberitahu.

Menurut pernyataan itu, serangan pada Sabtu menyebabkan 19 orang tewas dan puluhan orang luka serius. Lajos Zoltan Jecs, perawat MSF, yang selamat dari pemboman mengerikan, menggambarkan serangan udara AS “benar-benar menakutkan.”

Perawat, yang berada di dalam fasilitas selama penyerangan, berkata, “Kami mencoba untuk melihat ke dalam salah satu bangunan yang terbakar. Saya tidak bisa menjelaskan apa yang ada di dalam. Tidak ada kata-kata untuk bagaimana menceritakan sesuatu yang mengerikan itu.”

“Di ruang unit perawatan intensif enam pasien terbakar di tempat tidur mereka,” tambah Jecs.

MSF mengatakan trauma center di Kunduz telah bekerja “di luar kapasitas” selama beberapa hari terakhir akibat bentrokan di kota, yang dikuasai oleh militan Taliban awal pekan ini. Fasilitas ini satu-satunya di wilayah timur laut Afghanistan yang mampu merawat luka berat.

Menurut MSF, lebih dari 100 pasien dan perawat mereka, serta lebih dari 80 staf MSF internasional dan lokal berada di rumah sakit ketika serangan udara berlangsung.

Reaksi PBB atas Pemboman AS

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Sabtu “sangat” mengutuk serangan udara itu dan mengatakan rumah sakit dan tenaga medis yang “secara eksplisit dilindungi” di bawah hukum internasional.

Selain itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Zeid al-Hussein menyebut serangan udara itu sebagai “kejahatan perang.” [ARN/PTV]

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: