Tragedi Pesawat Aviastar Jatuh, Kisah Anak Kepala Bandara Seko

MAKASSAR, Arrahmahnews.com – Kepala Bandara Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Muh Natsir (56), berpesan pada puteranya untuk dijemput di Bandara Hasanuddin, Makassar sebelum meninggalkan Bandara Andi Jemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pesawat TwinOtter milik Maskapai Aviastar

Natsir termasuk dalam daftar pengikut pesawat terbang DHC-6 Twin Otter nomor registrasi PK-BRM dari Aviastar yang jatuh beberapa hari lalu.

“Bapak menelpon pada malam sebelum berangkat untuk dijemput dan ketika tiba ada di Bandara Andi Jemma, bapak kembali menelpon agar dijemput,” kata putra Natsir, Rudiyanto, seusai memberikan keterangan pada petugas di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, di Makassar, Sabtu.

Putra kedua Natsir ini mengatakan, sebelum berangkat dengan pesawat dari Seko menuju Masamba, Anto diberitahu bahwa ayahnya akan ke Jakarta mengahdari rapat. Seko merupakan kecamatan yang jauh lokasinya dari Makassar, namun memiliki bandara perintis. Hutan lebat masih banyak terdapat di sana.

“Karena itu, bapak minta dijemput di Bandara Hasanuddin, pada Jumat petang (2/10). Bapak menelpon sekitar pukul 13.00 WITA dan kemudian pesawatnya hilang kontak sekitar pukul 14.15 WITA,” katanya.

Ketika mendapat info itu, dia mengaku tidak mendapat firasat buruk sebelumnya, sehingga untuk memastikan kabar yang diterimanya dari Masamba, akhirnya menelpon pihak Aviastar.

“Ternyata memang pesawat itu dinyatakan hilang kontak, barulah saya yakin info itu,” katanya sembari mengimbuhkan, sebenarnya sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan, bapak melanjutkan perjalan ke Jakarta, Sabtu siang ke Jakarta,” katanya.

Sementara di depan petugas Posko Ante Morfem DVI Biddokkes Polda Sulsel, Anto menyampaikan ciri-ciri fisik ayahnya dan benda-benda yang digunakan naik pesawat dengan nomor penerbangan MV 7503.

Ciri fisik Natsir yakni tinggi badan sekitar 165 meter dengan berat 65 kilogram, juga memiliki tahi lalat disebelah kiri.

Sementara yang dikenakan Natsir, lanjut Anto, seragam kantor berwarna putih dan jam tangan merk Mirage.

Sementara itu, pada malam hari pihak keluarga Natsir melakukan dzikir dan doa bersama di rumah lelaki dengan tiga orang putra yakni di Kompleks Angkasa Pura Blok H6 Nomor 22 Bandara Lama, Mandai, Kabupaten Maros. (ARN/MM)

Sumber: AntaraNews

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: