Amerika Tolak Kasus Pemboman Rumah Sakit Kunduz Afghanistan ke Pengadilan Internasional

WASHINGTON DC, Arrahmahnews.com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya akan menentang upaya yang akan membawa kasus pemboman Rumah Sakit Kunduz ke Pengadilan Kriminal Internasional bahkan jika personel militer AS benar-benar terbukti bersalah atas insiden mematikan tersebut. (Baca juga: Serangan Udara Amerika Sasar Rumah Sakit di Afghanistan, Ini Kejahatan Perang)

Serangan AS di RS Kunduz Kabul

“Amerika Serikat akan menentang upaya untuk membawa kasus pemboman rumah sakit di Kunduz, Afghanistan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) jika nanti memang benar personel militer AS terbukti bersalah atas insiden tersebut,” ungkap juru bicara departemen luar negeri AS, Mark Toner pada hari Minggu(5/10). (Baca juga: Serangan AS Bakar Hidup-Hidup Klinik Kunduz; Video)

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan menentang upaya untuk merujuk insiden itu ke ICC, Toner mengatakan, “hal Itu hanya terdengar sebagai asumsi.”

Pada hari Sabtu, sebuah rumah sakit di Kunduz, Afghanistan tiba-tiba dibombardir oleh serangan Udara Amerika Serikat dan menewaskan 22 orang, termasuk 12 staf Medecins Sans Frontieres (MSF). (Baca juga: MSF Tidak Percaya Penyelidikan AS Soal Insiden Kunduz)

Menurut Pentagon, pemboman terjadi setelah pasukan Afghanistan meminta dukungan militer AS untuk melakukan serangan udara. MSF menyebut insiden tersebut sebagai sebuah kejahatan perang dan mengumumkan akan membuka penyelidikan independen terhadap peristiwa itu.

Sedangkan Toner mengatakan Amerika Serikat “belum sampai kepada putusan ” untuk  menyebut insiden itu sebagai kejahatan perang. Akibat insiden mematikan itu, Amerika Serikat membuka tiga penyelidikan terpisah, yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan, anggota Operasi  Dukungan Tegas di Afghanistan, dan penyelidikan bersama AS-Afghanistan.

ICC didirikan pada tahun 2002 dan memiliki 123 anggota. Amerika Serikat  menolak untuk bergabung menjadi anggota Mahkamah tersebut. (ARN/RM/SputnikNews)

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.