Perang Yaman 197 Hari: Pemerintahan Boneka Saudi di Yaman Pecah Pasca Hotel Qasr Diserang

ADEN-YAMAN, Arrahmahnews.com – Sumber-sumber Yaman mengungkap bahwa perseteruan antara mantan presiden yang buron, Mansour Hadi dan mantan Perdana Menterinya, Khaled Bahah meningkat semenjak terjadinya serangan di Hotel kota Aden tempat tinggal Perdana Menteri tersebut, pada hari Selasa lalu. (Baca juga: Serangan ke Markas Besar Pemerintahan Boneka Saudi di Aden; VIDEO)

Perseteruan Mansur Hadi dan Khaled Bahah

“Perselisihan hebat meningkat antara Hadi dan Khaled Bahah setelah serangan baru-baru ini,” ungkap sumber informasi Yaman pada hari Rabu (7/10) kemarin. (Baca juga: Perempuan Yaman Desak PBB Hentikan Agresi Saudi)

Dalam beberapa bulan terakhir, Mansour Hadi dan Khlaed Bahah memang terlibat perseteruan, dan perbedaan pendapat ini menjadi semakin ricuh ketika beberapa pejabat Saudi berencana untuk menggantikan Mansour Hadi dengan Perdana Menterinya itu, dalam rangka merayu gerakan revolusioner Yaman agar bekerjasama dengannya dan membolehkannya memulai sebuah pemerintahan baru.

Ia juga mencatat bahwa Arab Saudi telah memutuskan untuk mengadakan pertemuan darurat yang akan dihadiri oleh pasukan UEA dan pasukan Bahrain serta pasukan yang setia kepada Hadi dan Bahah dalam upaya untuk melakukan beberapa koordinasi antar sekutunya.

Sementara itu, sumber informasi tersebut juga mengatakan bahwa beberapa perwira Saudi dan Emirat termasuk di antara para korban serangan roket di  Hotel Qasr, Aden,  dimana Khaled Bahah tinggal. (Baca juga: Tuhan Tampakkan Wajah Sadis Kerajaan Saudi di Yaman)

Pada hari Selasa, serangan granat berpeluncur roket di Hotel kediaman mantan perdana menteri Yaman di Aden menewaskan sedikitnya 18 penjaga dari pasukan Emirat.

Khaled Bahah melarikan diri ke Arab Saudi lagi, setelah para penjaga Emiratnya tewas dalam serangan itu. Sejumlah orang tak dikenal diketahui terluka dalam serangan tersebut.

Tidak jelas apakah salah satu mantan pejabat Yaman yang dikatakan juga tinggal di hotel tersebut temasuk  diantara para korban. Namun, laporan lain mengatakan Khaled Bahah lolos tanpa cedera. (Baca juga: Pasukan Saudi dan Uni Emirat Melarikan Diri dari Medan Tempur di Ma’rib Yaman :Video)

Sumber lain mengatakan Khaled Bahah dan anggota kabinetnya dievakuasi oleh helikopter milik Uni Emirat Arab.

Arab Saudi telah menyerang Yaman selama 197 hari, terhitung Kamis (8/10), demi mengembalikan tampuk kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Hingga kini, serangan koalisi pimpinan Saudi itu telah menewaskan 6.453 rakyat Yaman, termasuk wanita dan anak-anak.

Meski Riyadh mengklaim bahwa pihaknya hanya menargetkan posisi gerakan Ansarullah, pada kenyataannya serangan udara koalisi pimpinan Saudi itu juga dengan sengaja menargetkan pemukiman penduduk dan infrastruktur sipil di Yaman. (ARN/RM/FNA)

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.