News Ticker

O’Brien; Tuntut PBB Segera Selidiki Serangan Saudi ke Pesta Pernikahan

YAMAN, Arrahmahnews.com - Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan penyelidikan segera atas serangan udara Saudi baru-baru ini yang menarget lokasi upacara pernikahan di wilayah Dhamar, Barat Daya Yaman. (Baca juga: Jet Tempur Saudi Bombardir Pesta Pernikahan, 75 Orang Tewas)

Gedung-Pernikahan-Yang-Hancur-Diserang-SaudiStephen O'Brien, Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, menuntut penyelidikan imparsial atas serangan udara mematikan dalam sebuah pernyataan keras pada hari Kamis (8/10). "Saya menyerukan segera, investigasi transparan dan tidak memihak dalam insiden ini," katanya, dan menambahkan, "Dengan teknologi senjata modern, ada sedikit alasan untuk kesalahan ini". (Baca juga: Lebih dari 50 Warga Yaman Tewas Dalam Serangan Saudi)

Pejabat PBB mengatakan dia “sangat terganggu” oleh berita bahwa puluhan warga sipil tewas, di antaranya banyak perempuan dan anak-anak, dalam pemboman pada malam Rabu.

Jet tempur Saudi menargetkan lokasi upacara pernikahan pada hari Rabu di Dhamar, terletak sekitar 100 kilometer (60 mil) tenggara dari ibukota Yaman, Sana’a, menewaskan sedikitnya 51 warga sipil. Itu adalah serangan udara kedua yang menargetkan pesta pernikahan di Yaman baru-baru ini.

Pada akhir September, setidaknya 135 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah pesawat tempur Saudi memukul lokasi perayaan pernikahan di kota pelabuhan Mokha, terletak di provinsi barat daya Yaman dari Ta’izz.

Di tempat lain dalam sambutannya, O’Brien mengatakan 4.500 warga sipil telah tewas atau terluka sejak Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap Yaman pada bulan Maret. “Itu melebihi krisis di dunia selama periode yang sama.”

Pejabat PBB juga menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik memiliki tanggung jawab di bawah hukum internasional untuk mencegah kerusakan daerah pemukiman dan infrastruktur sipil.

“Akuntabilitas nyata untuk pihak yang terlibat konflik, apakah mereka negara atau kelompok non-negara, sangat dibutuhkan, untuk memastikan bahwa komitmen di bawah hukum internasional untuk melindungi warga sipil”, katanya.

Sebuah Resolusi Ditarik

Sebuah resolusi yang menyerukan penyelidikan PBB atas pelanggaran hak asasi yang dilakukan selama agresi Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman ditarik pekan lalu di Dewan HAM PBB karena protes dari Arab Saudi.

Yaman telah berada di bawah serangan militer setiap hari sejak pasukan Saudi melancarkan agresi militer mereka terhadap tetangga mereka di selatan pada 26 Maret, dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. (ARN/PTV)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: