News Ticker

WikiLeaks Tawarkan 50.000 Dolar Untuk Rekaman Serangan Jet Tempur AS ke RS Kunduz

KABUL-AFGHANISTAN, Arrahmahnews.com - WikiLeaks menawarkan hadiah sebesar 50.000 dolar untuk setiap rekaman ataupun  audio kokpit dari jet tempur AS yang membombardir sebuah rumah sakit milik Dokter Tanpa Batas (MSF) di kota Kunduz, Afghanistan. (Baca juga: MSF Tegaskan Kembali Serangan Terhadap Klinik Kunduz Adalah Kejahatan Perang)

Sayembara Wikileaks

“Kami menawarkan imbalan sebesar 50.000 dolar untuk bisa mendapatkan rekaman video, audio kokpit, laporan penyelidikan, ataupun material lain yang relevan seperti misalnya, Aturan Penanganan yang aktif saat itu,” tulis WkiLeaks dalam websitenya.

Pada tanggal 3 Oktober, sebuah rumah sakit milik Dokter Tanpa Batas di rumah sakit  Kunduz berulang kali dibom oleh jet tempur Amerika Serikat AC-130, yang mengakibatkan kematian 22 pasien dan stafnya.

“Jet tempur AC-130 merekam semua serangannya dengan kamera video resolusi tinggi,” ungkap WikiLeaks dalam pernyataannya. “Menurut prosedur militer, rekaman ini pasti disimpan bersamaan dengan audio kokpit. Begitu kamera yang terletak di badan pesawat mengunci target, maka koordinat target akan terpampang di komputer pesawat, baru jet tempur itu melepaskan muatan mematikan yang dibawanya.

Washington telah mengakui pihaknya bertanggung jawab atas pemboman itu, dan mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit tersebut adalah sebuah kekeliruan. (Baca juga: Jenderal AS Akui Serangan ke Rumah Sakit di Kunduz)

Pada hari Rabu, Presiden Barack Obama berbicara lewat saluran telepon terhadap Presiden Dokter Tanpa Batas Internasional, Dr. Joanne Liu,  “untuk meminta maaf dan menyatakan belasungkawanya kepada staf MSF serta pasien yang menjadi korban.

MSF telah mendesak diadakannya sebuah penyelidikan independen terhadap serangan udara mematikan Amerika Serikat tersebut untuk guna menentukan apakah serangan itu termasuk  sebagai sebuah  kejahatan perang.

Menurut MSF, Investigasi  itu harus bisa mengumpulkan bukti-bukti dari AS, NATO dan Afghanistan, begitu pula testimoni dari para staf dan pasien rumah sakit Kunduz.

Bergantung penemuan itu, MSF akan bisa mempertimbangkan apakah akan mengajukan tuntutan kepada Washington terkait korban jiwa dan kerugian parsial terhadap Rumah Sakit Kunduz. (ARN/RM/RT)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: