News Ticker

Ramzan Kadyrov; Tak Ada yang Perduli Rengekan Barat Soal Rusia Serang ISIS di Suriah

GROZNY-CHECHNYA, Arrahmahnews.com - Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov menyatakan bahwa tidak ada yang perduli terhadap apa yang dipikirkan pihak Barat mengenai operasi Angkatan Udara Rusia di Suriah. Komentar Kadyrov mengenai operasi militer Rusia di Suriah itu diutarakannya dalam akun resmi instagramnya. (Baca juga: Ramzan Kadyrov; Pasukan Khusus Chechnya Siap Gempur ISIS di Suriah)

Pemimpin Chechnya, Razman Kadyrov

"Orang akan berpikir seharusnya dunia bergembira dengan hal ini, tapi kemudian kita melihat AS dan Barat justru khawatir mengenai kerugian yang diderita teroris ISIS. Kemarin mereka mengatakan ISIS adalah setan, namun segera setelah AU Rusia mulai melakukan serangan udara, mereka tiba-tiba mengutuk pemboman itu dan menyeru untuk mengambil tindakan terhadap Rusia . Tapi ada bangsa Suriah di belakang tentara kami, dan tak ada yang perduli dengan rengekan Barat itu, "tulis Kadyrov sebagaimana dilansir SputnikNews pada Sabtu (10/10) kemarin. (Baca juga: Chechnya; Bergabung Dengan ISIS, Kewarganegaraan Hilang)

Jet tempur Sukhoi Su-25, Su-24 dan Su-34 milik Angkatan Udara Rusia, dengan didukung jet tempur Su-30, mulai melakukan serangan udara yang menargetkan teroris ISIS di Suriah pada tanggal 30 September, menyusul permintaan resmi dari pemerintahan Suriah Bashar Assad dan rakyat Suriah.

Hanya beberapa jam setelah Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah pekan lalu, laporan media AS mulai menyebarkan tuduhan negatif dan tidak berdasar mengenai Moskow, dengan menyebut Rusia menargetkan pemberontak Suriah yang dilatih oleh program pelatihan Amerika Serikat dan CIA.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, sejak awal kampanye serangan, angkatan udara Rusia telah melakukan sekitar 140 serangan terhadap posisi teroris ISIS, termasuk pusat komando, kamp-kamp pelatihan dan gudang-gudang amunisi. Kapal perang Rusia di Laut Kaspia juga telah menembakkan 26 rudal jelajah terhadap target ISIS pada hari Rabu.

Pemimpin Chechnya juga mencatat bahwa hal ini bukanlah pertama kalinya Rusia berdiri untuk melawan  ancaman teroris dan bahwa musuh “harus dihancurkan di sarangnya sendiri“.

Kadyrov menambahkan bahwa Chechnya kini sedang melaksanakan tindakan preventif yang bertujuan untuk menjaga pemuda dan rakyat Rusia, serta Chechnya khususnya, agar tidak  bergabung dengan ISIS. (ARN/RM/SputnikNews)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: