News Ticker

Beruang Rusia Mengamuk di Suriah Hancurkan ‘ISIS’ Jihadis Palsu Berkedok Agama

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Artikel menarik dari salah satu akun Facebook Ahmed Zain Oul Mottaqin menjelaskan tentang situasi perang di Suriah dan semua yang terjadi di dalamnya.

Sang Beruang Rusia Mengamuk di Suriah Hancurkan ISIS

Gelombang invasi para "jihadis" yang menyerang Suriah sejak 4,5 tahun yang lalu jauh lebih dahsyat daripada apa yang pernah menimpa Libya. (Kabar terbaru militan sudah berasal lebih dari 126 negara). Tapi bantuan yang diterima Suriah juga jauh lebih dahsyat daripada yang diterima Libya. (Baca juga: Lavrov ; Rusia Cegah Skenario Libya di Suriah)

Bagi yang benar-benar mengikuti konflik ini pasti tahu siapa saja kekuatan-kekuatan adidaya di belakang masing-masing kubu yang bertempur. Untuk lebih spesifik, di kubu oposisi (baca: pemberontak) Suriah ada USA, NATO (utamanya Turki, Prancis, Inggris), Israel, Saudi, Qatar, Jordania dan lain-lain yang membiayai, mensponsori dan mempersenjatai para militan, sedangkan di kubu Pemerintah Suriah ada Tentara Arab Suriah, Rusia, Iran, Hizbullah Lebanon dan China. (Baca juga: Analis; Amerika Memiliki Kebijakan Politik Skizofrenia)

Rusia dan USA memang rival terbesar saat ini. Tidak seperti USA, Rusia bukan entitas yang hendak mengontrol dunia dengan kekuatannya. Rusia sudah cukup banyak diam dengan kekacauan-kekacauan yang dibuat USA dan sekutunya di berbagai wilayah dunia demi kepentingannya.

Tak terkecuali di Suriah, perang berlangsung selama lebih dari 4.5 tahun dimana Rusia menyaksikan USA, NATO dan Rezim-rezim Arab Teluk melatih, mempersenjatai dan mensponsori para teroris asing yang mengacau di negeri sahabatnya.

Apa kali ini Rusia akan diam saja ?

Jika anda mengira iya maka anda salah besar. Rasa muak Rusia sudah mencapai puncaknya/klimaksnya. Kali ini sang Beruang Rusia turun tangan tidak membiarkan apa yang menimpa Muammar Qaddafi juga akan menimpa sahabatnya Bashar al Assad.

Sang Beruang mengamuk, memerintahkan koalisi USA yang (berpura-pura) memerangi ISIS angkat kaki dari Suriah. Kini sang Beruang mengambil alih, ia mengirim puluhan jet-jet tempur ke Suriah, kendaraan-kendaraan militer canggih, misil-misil dan senapan mutakhir lengkap beserta pasukan dan para staff ahlinya. (Baca juga: AS Buat Pengakuan Menakjubkan Tentang Suriah)

Sang Beruang tidak sebodoh itu mengira koalisi pimpinan USA benar-benar memerangi ISIS padahal di belakang itu mereka mendanai dan menyuplai senjata kepada mereka.

Hari ini ia “Sang Beruang Rusia” ajarkan bagaimana cara mencabik-cabik para teroris di sarangnya sendiri yang membuat dunia tahu “akting murahan” USA di Suriah. Dalam 7 x 24 jam Rusia melakukan 148 serangan udara yang telah menghancurkan 40% infrastruktur ISIS, bahkan para analis militer Suriah menyebut seminggu serangan Rusia hasilnya sudah jauh melebihi 13 bulan “serangan” koalisi pimpinan USA. Tidak heran, sang Papa Bear menyindir USA dengan berkata “USA mampu menemukan air di Planet Mars, tapi tidak mampu menemukan posisi-posisi ISIS di Suriah.” (Baca juga: Target Operasi Pembasmian ISIS, Amerika 10 Tahun, Rusia 4 Bulan)

Bagaimana tidak, USA yang katanya pemilik Satelit dan Intel terbaik di dunia tapi selama setahun lebih tidak mampu melacak markas komando ISIS di Idlib, malah ISIS semakin ekspansi dan berjaya selepas “diserang” koalisi ilegal di tanah Suriah tersebut. Sedangkan Rusia baru 2 x 24 jam sejak dimulainya operasi militer sudah berhasil menemukan dan menyerang Pusat Komando ISIS di Idlib dan Raqqa. Tidak aneh Kepala Bidang Luar Negeri Parlemen Rusia Alexei Pushkov berkata “Koalisi pimpinan USA hanya berpura-pura memerangi ISIS di Suriah. Mereka menghabiskan sepanjang tahun hanya untuk mengebom gurun pasir.” (Baca juga: Angkatan Udara Rusia Hancurkan 29 Kamp ISIS di Suriah Dalam 24 Jam)

Retorika dimainkan, USA dan NATO tidak terima kedoknya semakin terbongkar. Mereka justru mencari-cari celah memojokkan Rusia mulai dari menebar isu serangan Rusia menyasar warga sipil, menambah gelombang pengungsi, memperburuk pertumpahan darah sampai yang terakhir isu Hoax dimana dikabarkan 26 rudal jelajah yang ditembakkan 4 kapal perang Rusia di Laut Kaspia beberapa jatuh di Iran (yang langsung dicopas oleh media-media takfiri dalam negeri). (Baca juga: Kapal Perang Rusia Tembakkan 26 Rudal ke Posisi ISIS di Suriah dari Laut Kaspia; VIDEO)

Putus asa dengan serangan Rusia, akhirnya USA, NATO dan Rezim-rezim Arab Teluk nyaris gila. Perjuangan mereka selama 5 tahun mempersenjatai pemberontak dengan senjata-senjata mutakhir mulai senapan sampai misil-misil TOW (yang tidak sembarang negara bisa memilikinya), melatih pemberontak di kamp-kamp pelatihan di Jordania, Turki dan Saudi, bahkan sampai menggaji ribuan misionaris mereka akhirnya menjadi sia-sia belaka. “Investasi” milyaran dolar mereka dihancurkan dalam sekejap mata oleh Rusia.

Jangan terkejut jika hari ini keluar fatwa-fatwa pesanan dari Rezim-rezim Arab Teluk kepada para ulama mereka untuk menyerukan para pengikutnya “berjihad” melawan Rusia, sebagaimana fatwa-fatwa pesanan dulu keluar untuk “jihad” melawan Qaddafi dan Bashar al Assad. (Baca juga: “Mujahid” dan “Syahid” Dagangan Wahabi)

Fatwa politis memanfaatkan orang-orang bodoh yang buta konstelasi untuk “berjihad” dengan kedok agama. Tapi tenang saja, para Ksatria Syam dan sang Beruang Rusia sudah siap menyambut mereka. (ARN/MM/Kompasiana)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

5 Comments on Beruang Rusia Mengamuk di Suriah Hancurkan ‘ISIS’ Jihadis Palsu Berkedok Agama

  1. apriadieneste // Okt 12, 2015 at 9:14 pm // Balas

    Anjing2 Herder amerika dan jihad pesanan ulama wahabi penjilad raja arab..cpt lh kalian mati ke neraka jahanam….

  2. ane pro rusia

  3. good job russia….cleaning them

  4. mantap!!!habisi wahabret..panganut faham radikal..seenaknya aja membunuh sesama muslim

  5. amerikaserikat // Nov 2, 2016 at 2:19 pm // Balas

    russia is the best in the world

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: