Drama Suriah, Wajah NATO dan Bualan Turki Jatuhkan Drone Rusia

DAMASKUS, Arrahmahnews.com - Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa semua pesawat militernya telah kembali dengan selamat ke pangkalan dalam misi penyerangan di Suriah. Kementerian juga menyatakan bahwa semua drone yang beroperasi telah melaksanakan misi sesuai dengan rencana. (Baca juga: Kembalinya Sang Mata-mata Suriah)

Karikatur Tentang ISIS Dikontrol AS

Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia ini dibuat setelah militer Turki mengatakan bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone di perbatasan Suriah. (Baca juga: Putin Semprot Amerika, AS Jangan Bikin Ruwet Rusia saat “Hajar” ISIS di Suriah)

“Semua pesawat milik kelompok penerbangan Rusia di Republik Arab Suriah telah kembali ke pangkalan udara Hmeimim setelah menyelesaikan misi tempur mereka. Pesawat-pesawat tak berawak Rusia melakukan pemantauan dan pengintaian udara di wilayah Suriah, dan beroperasi dalam modus rutinnya,” ungkap Juru bicara resmi Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Igor Konashenkov kepada wartawan, Jumat (16/10).

Sebelumnya, militer Turki mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone yang tidak teridentifikasi di wilayah udara Turki sekitar 3 km dari perbatasan Suriah. (Baca juga: Bagaimana AS Selamatkan Wajahnya di Suriah?)

Militer Turki mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan tiga peringatan sebelumnya sebelum menembak jatuh drone tersebut.

Pada saat yang sama, seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington mencurigai pesawat tak berawak yang ditembak jatuh oleh militer Turki itu adalah milik Rusia. Pejabat, yang tak mau disebut namanya itu menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan  mengatakan bahwa informasi itu masih prematur.

Pesawat Rusia sebelumnya secara tidak sengaja melanggar wilayah udara Turki dekat perbatasan Suriah pada 3 Oktober. Insiden ini mendorong Turki untuk berebut dua jet F-16. Pada tanggal 5 Oktober, Rusia mengakui membuat kesalahan dan menjelaskan bahwa cuaca buruk menyebabkan pesawat tempurnya sedikit melanggar wilayah udara Turki. Ankara telah menerima penjelasan tersebut, dan menyatakan di hari yang sama bahwa hubungan kedua negara baik-baik saja.

Pelanggaran tak disengaja Rusia ke Turki, negara anggota NATO, dimanfaatkan aliansi militer itu  untuk memojokkan Moskow dengan menyatakan hal itu sebagai “perilaku yang tidak bertanggung jawab.”

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, dalam hal ini segera mengadakan pertemuan negara-negara anggota blok pada tanggal 5 Oktober, dan mengeluarkan pernyataan mengutuk “serangan dan pelanggaran wilayah udara NATO”. Menanggapi kritik tersebut, utusan Rusia untuk NATO mengatakan pada Oktober bahwa insiden tersebut sebelumnya telah “diklarifikasi melalui saluran bilateral atau militer” dan menambahkan bahwa hal itu umum terjadi.

Konashenkov  menyatakan bahwa NATO telah dengan sengaja mengabaikan klarifikasi Rusia tentang insiden tersebut. ia juga mengatakan bahwa NATO menggunakan insiden itu untuk menjadikan NATO sebagai organisasi yang mengkampanyekan informasi palsu di Barat, yang penyimpang dan mendistorsi tujuan dari operasi sesungguhnya yang dilakukan oleh pasukan udara Rusia di Suriah.”

Pangkalan udara Khmeimim, terletak di barat laut provinsi Latakia Suriah, merupakan pusat strategis operasi militer Rusia terhadap ISIS, yang diluncurkan semenjak tanggal 30 September. (ARN/RM/FNA)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: