News Ticker

AS Akan Langgar Hukum Internasional Jika Gelar Operasi Darat Di Suriah

Juru bicara Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, menegaskan untuk tak menganggap serius pernyataan AS mengenai rencana operasi darat melawan ISIS di Suriah dan Irak

Valentina Matviyenko

MOSKOW, Arrahmahnews.com – Juru bicara Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, menegaskan untuk tak menganggap serius pernyataan AS mengenai rencana operasi darat melawan ISIS di Suriah dan Irak. “Saya tak akan menanggapi pernyataan tersebut dengan serius. Ini tak bisa diterima, terlalu berlebihan.” katanya pada reporter. (Baca juga: Riyadh Tidak Layak Berperan Dalam Perdamaian Suriah)

Sang senator menyebutkan bahwa AS telah melanggar hukum internasional karena operasi udara yang dilakukan AS digelar secara ilegal tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB atau permintaan pemerintah setempat. “Jika kita bicara tentang operasi darat, jelas itu akan menjadi pelanggaran kotor lainnya,” tambah Matviyenko kepada wartawan pada hari Rabu. (Baca juga: AS Tidak Paham Soal Teroris Yang Beroperasi di Suriah)

Sebelumnya, beberapa mendia melaporkan bahwa AS mempertimbangkan untuk menggelar operasi darat melawan ISIS di Suriah dan Irak. Secara khusus, merena mengacu pada pernyataan Sekretaris Pertahanan AS Ashton Carter.

“Kami tak akan menahan diri untuk mendukung mitra yang mampu menyerang ISIS, atau menggelar misi tertentu seperti serangan udara maupun darat,” ungkap Carter dalam pidatonya di hadapan para politikus AS.

Laporan berbagai media menunjukkan bahwa AS mungkin saja akan menggelar operasi khusus ke Suriah dalam waktu dekat. (ARN/MM/RBTH)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: