News Ticker

Sekjen PBB; Dunia Krisis Kemanusiaan

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, 95 persen dari orang-orang yang terbunuh atau terluka oleh senjata peledak di kota-kota di Yaman adalah warga sipil,” ungkap Sekretaris Jendral PBB itu dalam konferensi persnya kemarin

JENEWA, SWISS, Arrahmahnews.com – Ada resiko besar bahwa pemboman kepada masyarakat sipil, rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah akan menjadi sesuatu yang biasa dilihat sebagai hasil konflik bersenjata yang kini merebak di seluruh dunia. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki Moon, sebagaimana dikutip Russia Today pada Sabtu (31/10) kemarin.

Bersama dengan Presiden Komite Palang Merah Internasional (IRCR), Peter Maurer, di Jenewa, Swiss, Sekjen PBB itu berbicara kepada pers mengenai krisis kemanusiaan di dunia serta tindakan yang harus segera diambil untuk mengatasinya.

“Keluarga di sebuah pesta pernikahan tewas di tengah perayaan akibat serangan udara.” (Baca juga: Jet Tempur Saudi Bombardir Pesta Pernikahan, 75 Orang Tewas)

“Pasien di rumah sakit dibakar hidup-hidup di tempat tidurnya akibat bom.” (Baca juga: Serangan Udara Amerika Sasar Rumah Sakit di Afghanistan, Ini Kejahatan Perang)

pemboman rumah sakit kunduz

pemboman rumah sakit MSF di Kunduz

pemboman rumah sakit MSF di Haydan, Yaman

pemboman rumah sakit MSF di Haydan, Yaman

“Perempuan dan anak perempuan di zona perang disalahgunakan dan dijual sebagai budak seksual”. “Monumen yang berdiri selama ribuan tahun sebagai lambang kebanggaan budaya dan peradaban, dihancurkan hingga tinggal puing-puing.” (Baca juga: PBB; ISIL Kirim Perawan Cantik ke Raqqa untuk Dijual dengan Harga Tinggi)

“Pencegahan akses kemanusiaan, sengaja menciptakan kelaparan dalam sebuah populasi di wilayah yang terkepung, serangan demi serangan kepada penjaga perdamaian dan petugas kemanusiaan.” (Baca juga: Blokade Kemanusiaan dan Kelaparan, Senjata Baru Saudi Tundukkan Rakyat Yaman)

pencegahan bantuan untuk Yaman

pencegahan bantuan untuk Yaman

“Semua Ini hanyalah contoh terbaru terjadinya erosi yang kurang ajar dan brutal dalam menghormati hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional di berbagai daerah konflik di dunia.”

“Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, 95 persen dari orang-orang yang terbunuh atau terluka oleh senjata peledak di kota-kota di Yaman adalah warga sipil,” ungkap Sekretaris Jendral PBB itu  dalam konferensi persnya kemarin.

“Pelanggaran-pelanggaran ini telah menjadi biasa,” kata Ban lebih lanjut dalam mengomentari pemboman baru-baru ini, yang dilancarkan oleh jet-jet tempur Amerika Serikat dan Arab Saudi ke rumah sakit Medecins sans Frontiers (MSF) di Afghanistan dan Yaman.

Ban Ki-moon mendesak masyarakat internasional untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional dan segera mengambil langkah-langkah politik yang diperlukan, serta menyerukan penyelidikan cepat dan tepat atas serangan yang telah terjadi agar bisa segera membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. (ARN/LM/Rt-News/UN)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: