Analis; ISIS Tak Mungkin Tembak Jatuh Pesawat AirBus A-321 Milik Rusia

ANKARA, Arrahmahnews.com – Sementara investigasi soal kasus jatuhnya pesawat penumpang AirBus A321 Rusia di semenanjung Sinai masih terus berlanjut, pakar penerbangan dan keamanan sipil setuju bahwa teori ditembak jatuhnya pesawat tersebut oleh kelompok militan dapat dikesampingkan, meskipun para teroris membuat klaim seperti itu. (Baca juga: Pesawat Komersil Rusia ‘Kogalymavia’ yang Membawa 224 Orang Penumpang Jatuh di Mesir)

Pesawat Rusia Jatuh di Mesir

Ke seluruh 224 orang di pesawat maskapai Kolavia dari sebuah resort Sharm El-Sheikh menuju St. Petersburg, Rusia, meninggal setelah pesawat jatuh di Semenanjung Sinai Mesir pada hari Sabtu. Para ahli masih membaca kode data perekam penerbangan, dan Badan Transportasi Udara Rusia telah mengatakan bahwa tidak ada gunanya hipotesa tentang penyebab kecelakaan itu sampai ada data yang dapat diandalkan mengenai kejadian.

Meskipun ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan jatuhnya Airbus A321 sebagai pembalasan atas serangan udara Rusia terhadap sasaran teroris di Suriah, para ahli penerbangan dan keamanan percaya hal itu sangat tidak mungkin terjadi. (Baca juga: ISIS Rilis Video Detik-Detik Ditembak Jatuh Pesawat Rusia; VIDEO)

“Sebagaimana diketahui, ISIS dan kelompok afiliasinya tidak memiliki kemampuan untuk menembak jatuh pesawat yang terbang di ketinggian sebagaimana ketinggian pesawat yang jatuh itu dilaporkan, yaitu sekitar 10.000 meter,” ungkap analis keamanan dan mantan pejabat kontra terorisme Inggris, Charles Shoebridge kepada Russia Today, Minggu (1/11).

“Bukan berarti mengatakan bahwa secara teori mereka tidak bisa menjatuhkan pesawat itu dengan cara lain, misalkan melalui sabotase di bandara keberangkatan, atau meletakkan bom di dalamanya,” tambah analis tersebut menekankan bahwa kegagalan mekanis atau semacamnya bisa jadi adalah kemungkinan paling besar sebagai penyebab kecelakaan.

Mengenai alasan mengapa para teroris ISIS membuat klaim semacam itu, Shoebridge mengatakan bahwa hal itu hanyalah taktik untuk menaikkan propaganda mereka, dan hal itu juga bisa dilihat sebagai sebuah hukuman (dimana ISIS ingin menyebutnya demikian) untuk keterlibatan Rusia menghabisi ISIS di Suriah. Jadi, mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari tragedi ini, terlepas dari apakah mereka bertanggung-jawab atau tidak. (Baca juga: Maskapai Penerbangan Rusia Tolak Dugaan “Human Error” Dalam Kecelakaan Pesawat)

Mantan menteri penerbangan sipil Mesir, Wail al-Madawi, setuju bahwa kelompok-kelompok milisi di Sinai tidak memiliki kemampuan untuk menembak jatuh pesawat komersial yang sedang terbang sangat tinggi tersebut. “Hanya suatu negara yang dapat memiliki kemampuan seperti itu,” katanya kepada RT.

“Hal ini membutuhkan beberapa sumber daya yang sangat signifikan. Seseorang akan membutuhkan radar pencari, radar untuk menentukan lokasi pesawat, radar untuk mengendalikan serangan. Hanya sebuah negara yang dapat memiliki sumber daya tersebut, tak ada kelompok milisi memiliki kemampuan serupa,” tanbahnya.

Ketika ditanya apakah menurut al-Madawi ISIS tak memiliki kemampuan seperti dimaksud, analis itu menekankan bahwa hal itu hampir tidak mungkin.

“Hanya negara yang memiliki kapasitas tersebut. Kelompok teroris tidak dapat memiliki kapasitas dengan definisi tersebut. Misi semacam ini membutuhkan tiga jenis radar. Misi ini juga membutuhkan rudal yang mampu mencapai ketinggian tersebut. Dan hanya sebuah negara yang memiliki semua kapasitas ini. Oleh karena itu, untuk sekelompok milisi teror, itu benar-benar mustahil. (ARN/LM/Rt-News)

About ArrahmahNews (12190 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: