News Ticker

Topan Chapala Landa Hadramaut : Video

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) mengatakan bahwa wilayah gubernuran Shabwa dan Hadhramaut di mana topan terjadi, memiliki populasi gabungan sekitar 1,8 juta orang, dimana 1,4 juta di antaranya sudah memerlukan bantuan kemanusiaan

HADRAMAUT, Arrahmahnews.com – Topan dengan badai besar telah menghantam  sekitar pantai Laut Arab Yaman pada hari Selasa (3/11) kemarin, membanjiri kota terbesar kelima di negara itu, Mukalla, dan mengirim ribuan orang melarikan diri untuk berlindung. (Baca juga: Kota Tua Hadramaut)

Para pejabat dan ahli meteorologi mengatakan bahwa topan yang terjadi kemarin adalah yang paling besar yang pernah terjadi selama beberapa dekade terakhir di negara yang dicengkeram kemiskinan dan perang yang masih terus berkobar tersebut.

Di Mukalla, ibukota provinsi, yang berpenduduk sekitar 300.000 orang dan dikuasai oleh al-Qaida pada bulan April lalu itu, air telah merendam mobil di jalan-jalan kota dan menyebabkan puluhan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah sakit karena takut dengan adanya batuan runtuh. (Baca juga: Imam Besar Ahlisunnah Tewas Dibunuh Teroris Al-Qaeda di Hadramaut)

Para penduduk mengatakan bahwa banyak jalanan dan rumah-rumah penduduk hancur akibat topan yang disebut Chapala itu. Pejabat di provinsi pedalaman kering, Shabwa, mengatakan bahwa  sekitar 6.000 orang telah pindah ke tempat yang lebih tinggi.

“Angin menyebabkan listrik mati sepenuhnya di kota, dan orang-orang ketakutan. Beberapa warga harus meninggalkan rumah mereka dan melarikan diri ke daerah yang lebih tinggi di mana banjir tidak terlalu besar, itu adalah malam yang sulit tapi sudah berhasil dilewati, ” ungkap Sabri Saleem, yang tinggal di Mukalla.

Belum ada angka kerugian yang dilaporkan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) mengatakan bahwa wilayah gubernuran  Shabwa dan Hadhramaut  di mana topan terjadi, memiliki populasi gabungan sekitar 1,8 juta orang, dimana  1,4 juta di antaranya sudah memerlukan bantuan kemanusiaan.

“Ocha dan badan-badan PBB  kini memantau, merencanakan dan mempersiapkan bantuan untuk wilayah terdampak  badai,” kata juru bicara PBB Stéphane Dujarric, pada hari Senin.

Kantor PBB untuk Pengurangan Bencana (UNISDR), mengatakan bahwa Topan Chapala itu berasal dari Samudera Hindia pada tanggal 28 Oktober dan makin intensif dari hari kehari hingga mencapai  kategori 4

Topan pertama kali menghantam pulau terpencil Yaman, Socotra, pada hari Senin, menewaskan tiga orang dan menjadikan ribuan lainnya mengungsi. Pulau yang terletak 380km dari Yaman di Laut Arab, adalah rumah bagi ratusan spesies tanaman yang tidak ditemukan di tempat lain di bumi.  50.000 penduduknya berbicara dalam bahasa mereka sendiri.

Lembaga meteorologi meramalkan topan Chapala akan menghantam tanah di sekitar Balhaf, lokasi pusat gas alam cair Yaman, dan kemudian bergerak melemah ke arah ibukota, di utara Sana’a. (ARN/LM/TheGuardian)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: