News Ticker

Puncak Frustasi Pentagon Dan Gedung Putih Dalam Beberapa Dekade Terakhir

“Frustasi diantara mereka yang berseragam benar-benar nyata,” ungkap perwakilan Demokrat, Adam Smith kepada Washington Times.

WASHINGTON DC, Arrahmahnews.com – Bulan lalu, Presiden Obama mengumumkan bahwa ia akan mengerahkan “penasihat” militer ke Suriah. Namun menurut sejumlah anggota parlemen AS, keputusan itu diambil akibat frustrasi militer yang kini berada di puncak tertingginya dalam beberapa dekade terakhir.

“Ada tingkat ketidakpuasan di kalangan militer berseragam (Pentagon) yang belum pernah saya lihat sebelumnya di sini,” ungkap Senator Arizona, John McCain, dalam wawancara dengan Washington Times. “Bagi sebagian dari kami yang sedikit lebih tua, mari kita kembali dan membaca riwayat Pentagon. Apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah jenis inkrementalisme yang sangat mirip dengan  konflik di Vietnam”

Sebagai bagian dari oposisi Partai Republik, McCain telah menjadi kritikus paling vokal bagi pemerintahan Obama, terutama mengenai kebijakan luar negeri presiden, dalam hal ini adalah mengenai minimnya jenis strategi yang koheren, apalagi strategi yang bisa meraih keberhasilan di medan perang.”

“Terkadang, dalam kondisi kebingungan, keputusan untuk tidak membuat keputusan, itu sendiri merupakan pilihan,” ungkap ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen AS, Edward R. Royce selama sidang di awal pekan ini.

“Keputusan telah dibuat AS untuk tidak menghentikan ISIS, saat hal itu masih bisa dihentikan,” ungkapnya menyesali keputusan AS sebelumnya.

“Frustasi diantara mereka yang berseragam benar-benar nyata,” ungkap perwakilan Demokrat, Adam Smith kepada Washington Times.

Menurut jajak pendapat Associated Press baru-baru ini, frustrasi yang sama juga dimiliki oleh warga Amerika. Enam diantara sepuluh dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak setuju jika Presiden turut campur dengan masalah ISIS di Suriah.

Pemerintahan Obama sebelumnya telah merencanakan untuk melatih dan membekali apa yang mereka sebut sebagai pemberontak “moderat” Suriah. Program itu kemudian berakhir dengan kegagalan. Beberapa yang dari mereka yang telah dilatih segera melupakan tugas mereka begitu memasuki situasi konflik.

Presiden AS saat ini merencanakan untuk mengirim sekitar 30-50 operasi militer khusus ke Suriah dan menyebut bahwa pasukan itu tidak akan terlibat langsung dalam pertempuran.

“Kami mengirimkan 50, hitunglah sekitar 50 tentara operasi khusus ke Suriah, dan mereka tidak akan terlibat perang langsung ke medan tempur,” ungkap sang Presiden. Menanggapi hal ini McCain mencibir ucapan Obama itu dengan mengatakan kepada the Washington Times, “Well, lalu untuk apa mereka dikirim kesana? Untuk berekreasi? Kalian di medan tempur! Dan untuk menyatakan bahwa mereka tidak dalam pertempuran, hal itu tidak masuk akal.”(ARN/RM/infoAZ)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: