News Ticker

Hadiah Untuk Ibu: “Biarkan Anakku Tertawa Sebelum Tahu Ibunya Sudah Tiada”

Rasulullah SAW memerintahkan supaya kita berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Ada suatu cerita yang dapat menggugah perasaan kita pada ibu kita. Betapa seharusnya kita berbakti kepada kedua orang tua kita selama mereka masih hidup. Berikut ini kisahnya :

Kasihmu Ibu

Suatu petang ketika orang-orang sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang ke rumah masing-masing setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang.

Ketiga anak itu berusia sekitar 8, ,5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri, ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain kesana kemari. Itu lah ciri anak seantero dunia.

Tibalah saatnya busway ditunggu datang. Para penumpang-pun seperti robot yang diperintahkan bersama bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak dan ke-3 anaknya. Kemudian keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listrik (KRL). Lalu kedua anak laki-lakinya beranjak dari kursi dan bermain petak umpet di sela-sela tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu sambil berteriak girang.

Terlihat beberapa penumpang wajahnya menjadi begitu muram. Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak,”Pak, tolong anaknya di atur ya, di sini kan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja, eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!”.

Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum,”Maaf ya Mas? Ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit, dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karena saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya, Mas tidak keberatan-kan, kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?”.

Mendengar apa yang dibicarakan sang bapak, sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan merenung, termasuk sang pria yang baru saja memprotes sang bapak dengan ketus, tiba-tiba mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat kepada Kedua orang tuanya, terutama ibunya.

Diam-diam diantara mereka ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat baris kalimat “Ibu apa kabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. maafkan segala salah saya Bu” Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok.

Saudaraku, sungguh cerita di atas tadi dapat menggugah kita untuk segera berbakti kepada kedua orang kita, terutama ibu kita. Rasulullah SAW memerintahkan supaya kita berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita, sampai perintah itu di ulang tiga kali baru setelah itu kita disuruh menghormati ayah kita. Ibu kita telah mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan dengan susah payah, kemudian menyusui kita 2 tahun dan merawat kita hingga dewasa. Ingtkah kalian siapa yang merawat kita waktu kita kecil sakit, tiada lain yang terutama adalah ibu kita. Semoga cerita di atas dapat bermanfaat untuk kita. Aamiin. (ARN/MM)

Sumber: cara-baik.blogspot

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: