News Ticker

PBB Kecam Israel Atas Mewabahnya Prostitusi Anak

Menurut laporan PBB, pelaku pelecehan seksual terhadap anak yang terperangkap dalam prostitusi tidak banyak yang bisa dituntut dan dihukum

TEL AVIV, Arrahmahnews.com – Israel tidak memiliki strategi yang jelas untuk mengatasi prostitusi anak di negaranya. Menurut laporan PBB, pelaku pelecehan seksual terhadap anak yang terperangkap dalam prostitusi, tidak banyak yang bisa dituntut dan dihukum.

Menanggapi kritikan pedas dari Komite PBB untuk Hak-hak Anak, sebuah sumber mengatakan kepada surat kabar Israel, Haaretz, bahwa meskipun kesadaran terhadap masalah ini dikatakan mulai tumbuh, namun prostitusi terhadap anak masih luput dari perhatian pemerintah.

Dari semua investigasi yang dilakukan polisi terhadap kasus kejahatan seksual tahun lalu, sekitar 45% nya dihentikan begitu saja.(Baca juga:Perwira Israel Interogasi Bocah 13 Tahun Dengan Kasar dan Kejam; VIDEO)

Dalam laporan terbarunya, komite PBB mengatakan bahwa Israel telah gagal untuk mengimplementasikan rekomendasi yang telah dibuat dalam laporan sebelumnya, yaitu membangun sebuah lembaga negara yang didedikasikan untuk hak-hak anak.

Laporan itu juga mengatakan bahwa jumlah penyelidikan terhadap orang yang diduga melakukan kejahatan seks terhadap anak di bawah umur, susah untuk dilaksanakan, dan hanya sebagian kecil dari banyak kasus yang bisa benar-benar dibawa ke pengadilan.(Baca juga:Penasehat Raja Salman; Kami Ingin Hidup Berdampingan Dengan Zionis Israel)

Selain itu, sebagaimana dilaporkan Sputnik News pada Rabu(11/11) kemarin, laporan PBB itu juga menyatakan bahwa bahkan ketika sudah terbukti seseorang terlibat dalam kasus prostitusi atau pornografi anak, hukuman yang diberikan sering terlalu ringan dan tidak cocok dengan parahnya kejahatan yang telah dilakukan.

Menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh pusat penelitian Knesset, dari 2.349 kasus yang dibuka atas kejahatan seks terhadap anak di bawah umur pada tahun 2014, hanya 11% yang menghasilkan vonis. Hampir 45% dari kasus-kasus ini ditutup, 30% karena pelaku kriminalnya tidak diketahui.

Menanggapi kritik pedas PBB ini, Yifat Shasha-Biton, ketua Komite Knesset untuk Hak Anak, justru memprotes laporan PBB mengenai hukuman ringan yang diterapkan negaranya atas kejahatan prostitusi anak. “Sebuah hukuman lebih dari tiga tahun untuk mendapatan layanan seks dari anak dibawah umur adalah sebuah kekonyolan,” katanya.

Seorang wakil dari Departemen Kementerian Sosial mengkonfirmasi laporan PBB yang berisi kritik terhadap kurangnya sistem di Israel terhadap koordinasi antar instansi pemerintah yang terlibat dalam masalah ini.

Ia mengatakan bahwa kementerian telah bekerja untuk merehabilitasi pekerja anak dalam prostitusi, tapi tidak berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk melindungi (anak-anak dibawah umur) ini agar tidak tergelincir kedalam prostitusi anak.(ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: