Takut Akan Kemenangan Pasukan Suriah, Komandan Teror Mohon Semua Teroris Bantu Mereka di Aleppo

Komandan teror itu menyebut jika seluruh teroris tidak membantu pasukannya di Aleppo, maka seluruh propvinsi yang sangat strategis itu benar-benar akan jatuh ke pasukan Suriah

DAMASKUS, Arrahmahnews.com – Seorang komandan tertinggi Front al-Nusra yang merupakan warga Saudi mendesak seluruh milisi kelompok-kelompok teror di seluruh Suriah untuk meninggalkan posisi mereka sekarang dan segera menuju Aleppo. Ia memperingatkan bahwa wilayah-wilayah strategis yang berbatasan dengan Turki akan segera lepas dari kendali mereka jika bantuan untuk para teroris itu tidak segera datang. (Baca juga: Analis; AS Ayah dari Teroris ISIS)

Desakan penuh kekhawatiran ini ditulis Abdullah al-Muhsini, komandan senior kelompok teror tersebut di halaman media sosialnya dimana ia menyebut jika seluruh teroris tidak membantu pasukannya di Aleppo, maka seluruh propvinsi yang sangat strategis itu benar-benar akan jatuh ke pasukan Suriah.(Baca juga: “Shadow Commander” Pimpin Pasukan Gabungan Bebaskan Total Bandara Kuweires)

Sheikh Saudi yang juga menyatakan diri sebagai seorang ulama itu juga menyuarakan keprihatinan mendalamnya atas ‘status quo para militan di Aleppo. Ia mengatakan bahwa tentara Suriah dan pasukan gabungan telah meningkatkan momentum kemenangan demi kemenangan mereka dalam beberapa hari terakhir. (Baca juga: Pasukan Suriah Persiapkan Operasi Berikutnya Setelah Kemenangan Besar Di Aleppo)

Ulama asal Saudi itu juga mengkhususkan permohonannya kepada para milisi dari provinsi tetangga yaitu Hama untuk segera menolong Front al-Nusra dan ISIS sebelum pasukan Suriah berhasil menaklukkan bukit al-Aeis, memperingatkan bahwa pasukan pemerintah akan segera memenangkan semua posisi para milisi di Utara Suriah,  jika kemenangan besar-besaran mereka di Aleppo tidak segera dihentikan.

Sheikh Abdullah al-Muhsini berdiri di jajaran tertinggi komando Front al-Nusra. Ketika pemimpin kelompok, Abu Mohammed al-Joulani, pindah ke pedesaan Hama dimana Joulani berbicara kepada hampir 1.500 pejuang sebelum mereka menuju ke pertempuran di Mhardeh, beberapa tahun yang lalu, komandan militer umum Jabhat al-Nusra, Abou Hammam as- Suri, dan Sheikh Abdullah al-Muhsini juga hadir selama pertemuan itu, untuk turut menebar provokasi terhadap para pemberontak tersebut. (Baca juga: Ratusan Teroris Terus Melarikan Diri dari Aleppo)

Al-Muhsini adalah ulama dan imam Masjid wahabi di Arab Saudi sebelum bergabung dengan perang militansi di Suriah dan segera mendapat posisi penting sebagai pemimpin dalam kelompok teroris Front al-Nusra yang didukung oleh Arab Saudi, Qatar dan Turki.

Ia juga memimpin teroris dalam perang di Idlib dan bertanggung jawab atas pengepungan diletakkan di dua kota Kafria dan Fuaa yang telah dikepung oleh para teroris dalam beberapa bulan terakhir. (ARN)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: