News Ticker

MSF; Kutuk Serangan Mematikan Agen Khusus Israel ke Rumah Sakit Palestina

21 agen khusus Israel melakukan penangkapan secara brutal di rumah sakit al-Ahli, kota Hebron.

PALESTINA, Arrahmahnews.com – Doctors Without Borders (MSF), mengutuk serangan mematikan yang dilakukan oleh agen rahasia Israel untuk menangkap seorang Palestina yang sedang dirawat di rumah sakit di kota Tepi Barat, al-Khalil (Hebron).

Pada Kamis (12/11), MSF mengutuk serangan yang dilakukan oleh 21 agen rahasia Israel ke rumah sakit al-Ahli untuk menangkap Azzam Ezzat Shalaldeh, 20 tahun, yang telah ditembak oleh seorang pemukim Israel bulan lalu, kantor berita Palestina Ma’an melaporkan.

Selama serangan itu, para agen Israel juga menembak mati sepupu Shalaldeh, yakni; Abdallah Azzam Shalaldeh, dengan dalih bahwa dia telah mencoba untuk menyerang 21 agen tersebut. Namun, kerabat mengatakan bahwa korban keluar dari kamar mandi dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, amal medis internasional menyatakan “Israel dan militernya harus menghormati status khusus [hukum kemanusiaan internasional] terhadap fasilitas medis, orang-orang yang terluka dan sakit.”

Rumah Sakit Al-Khalil

MSF mengecam cara yang digunakan dalam penangkapan dan penahanan Shalaldeh, yang bertentangan “dengan prinsip-prinsip netralitas dan rasa hormat dari misi medis.”

Hukum internasional menuntut perlakuan khusus terhadap orang sakit dan terluka tanpa diskriminasi sesuai dengan etika medis,” tambah pernyataan itu.

Amal medis internasional juga menyatakan keprihatinan tentang nasib Shalaldeh yang masih di ruang pemulihan setelah menjalani tiga operasi di rumah sakit.

Amnesty International, dalam sebuah pernyataan terpisah, juga mengecam pembunuhan sepupu Shalaldeh, mengatakan bahwa fakta menunjukkan ia ditembak di kepala dan tubuh bagian atas, dan ini adalah “eksekusi di luar hukum.”

Para agen Israel memasuki rumah sakit dengan berpura-pura membawa wanita hamil, dan masuk ke dalam ruangan tempat Palestina terluka sedang dirawat.

“Mereka melarang tim medis bergerak dan menguasai operasi rumah sakit, lalu pergi ke kamar Shalaldeh dan melarang siapa pun masuk,” kata direktur rumah sakit, Dr. Jihad Shawar, dan menambahkan, “Ketika mereka pergi, sepupu (Shalaldeh) ditemukan bersimbah darah dan (staf) mencoba untuk menyelamatkan hidupnya, tapi dia akhirnya meninggal. ” (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: