News Ticker

Rusia; Teroris Gunakan Senjata Kimia (CWAs) di Suriah dan Irak

MOSKOW, Arrahmahnews.com – Rusia mengatakan bahwa teroris ISIS dan kelompok teroris Takfiri lainnya sering menggunakan senjata kimia (CWAs) di Suriah dan Irak.

Dalam jumpa pers di ibukota Moskow, pada Kamis (12/11), juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow memiliki informasi bahwa teroris ISIS dan kelompok militan lainnya di kawasan Timur Tengah “memang memperoleh akses ke komponen dan teknologi yang memungkinkan mereka untuk membuat “CWAs” senjata kimia, setidaknya pada tingkat amatir.”

Zakharova melanjutkan dengan mengatakan bahwa teroris juga sudah mulai menggunakan CWAs “di Suriah dan Irak”.

Di masa lalu para teroris dilaporkan menggunakan klorin sebagai senjata kimia, katanya, dan menambahkan, bagaimanapun bahwa “mereka semakin handal handal dan informasinya mereka mempekerjakan agen senjata kimia, seperti sulfur mustard.”

Diplomat Rusia lebih lanjut menyatakan keprihatinan atas penggunaan CWAs oleh unsur-unsur Takfiri, dan menekankan bahwa mereka menggunakan senjata “untuk tujuan provokatif, termasuk dengan tujuan mendiskreditkan pemerintah Suriah di mata masyarakat internasional.”

Mengacu pada laporan terbaru PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengkonfirmasi penggunaan sulfur mustard dekat kota barat laut Suriah Aleppo pada bulan Agustus lalu, Zakharova menegaskan bahwa laporan itu tidak menyebutkan indikasi langsung kepada ISIS, tetapi dengan tingkat kepastian yang tinggi kelompok teroris berada di balik serangan itu.

ISIS Ancaman Serangan Rusia

Dalam perkembangan lain pada hari Kamis, sebuah video telah dirilis yang berisi ancaman serangan di Rusia “segera”, lembaga pemantau SITE Intelligence Group melaporkan.

Perkembangan itu terjadi saat Rusia meluncurkan serangan udara pertama melawan kelompok-kelompok teroris di Suriah pada 30 September, atas permintaan pemerintah Damaskus. Moskow mengatakan serangan udara yang dimaksudkan untuk melemahkan ISIS dan kelompok teroris lainnya yang mendatangkan malapetaka di Suriah.

Afiliasi dari ISIS, yang berbasis di Mesir baru-baru ini juga telah mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya sebuah pesawat penumpang Rusia di negara Afrika Utara.

Pesawat Airbus A321, milik perusahan maskapai Kogalymavia Rusia, hilang dari pantauan radar pada tanggal 31 Oktober, hampir setengah jam setelah lepas landas dari Sharm el-Sheikh, Mesir.

Kemudian diketahui pesawat penumpang Rusia jatuh di Sinai, dan menewaskan semua penumpang yang berjumlah 224 orang. [ARN/Ptv]

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: