News Ticker

Si Algojo Kejam dan Sadis Teroris ISIS “Jihad John” Tewas

Pada 2013 ternyata Emzawi sudah berada di Suriah, disana ia berubah total dan dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Mohammed Emzawi dan yang dikenal “Jihad John” adalah seorang pemuda London keturunan Kuwait yang tidak pernah bermasalah, dia gemar sepak bola dan main video game yang pada akhirnya jadi pembunuh “berdarah dingin, sadis dan kejam” sejak bergabung dengan ISIS. Seperti diberitakan oleh kantor berita Raialyoum. (Baca juga: Abu Basir al-Britani Tokoh Video Propaganda al-Qaeda Ternyata Putra Sutradara Hollywood)

Foto-foto Pembunuhan Yang Dilakukan Jihad Jon Teroris ISIS

Militer AS melancarkan serangan udara pada hari Kamis kemarin yang menargetkan “Jihad John” anggota ISIS yang kerap kali muncul dalam rekaman video eksekusi sandera namun hingga sekarang kematiannya belum bisa dipastikan. (Baca juga: Jagal ISIS ‘Jihadi John’ Muncul di Muka Umum, Ancam Pemerintah Inggris : Video)

Juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Peter Cook dalam sebuah pernyataannya mengatakan “kami belum tahu apakah “Jihad John” yang nama aslinya adalah Mohammed Emzawi tewas dalam serangan tersebut. Kami sedang dalam proses evaluasi hasil operasi malam ini (Kamis malam) dan kami akan mengumumkan informasi tambahan dengan cara yang tepat.”

Dalam sebuah dokumen sekolah Mohammed Emzawi saat berusia sepuluh tahun ia mencatat “Saya ingin menjadi pemain sepak bola.” Terdapat fotonya sedang tersenyum mengenakan seragam sekolah merah di antara rekan-rekannya.

Mohammed Emzawi lahir di Kuwait pada tahun 1988 orang tuanya yang bernama Ghana dan Jassim pindah ke ibukota Inggris pada tahun 1993 setelah Perang Teluk. (Baca juga: Jagal ISIS ‘Jihadi John’ Muncul di Muka Umum, Ancam Pemerintah Inggris : Video)

Menurut keterangan para tetangga saat di London keluarga tersebut hidup tenang dan terhormat bertempat di bagian barat kota tempat ayahnya bekerja sebagai menajer sebuah perusahaan taksi sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Teman lamanya menyebutkan “ia adalah seorang pemuda London yang polos yang menghabiskan waktunya bersama teman-temannya dan pada saat itu ia tidak terkena pengaruh ide-ide keagamaan.”

Pada tahun 2006 masuk perguruan tinggi tepatnya di The University of Westminster untuk mengejar studi informatika dan pada tahap pertama setidaknya dikenal dengan reputasinya sebagai seorang pemuda yang sopan dan cenderung mengenakan pakaian modis. Namun tak lama setelah itu perilakunya berubah menjadi ekstrem dengan memanjangkan jenggotnya dan berusaha memalingkan pandangan kedua matanya ke arah perempuan.

Tahun 2006 merupakan tahun yang penting bagi Emzawi dimana ia mulai meningkatkan perhatiannya ke lembaga intelijen internal Inggris.

Setelah menerima gelar kuliahnya ia berwisata bersama dua teman ke Tanzania dengan dalih wisata di cagar alam namun ia di penjara di Dar es Salaam dalam waktu yang singkat karena pihak berwenang setempat telah menerima permintaan dari London dikhawatirkan ia akan pergi ke Somalia. Kemudian ia dikembalikan ke bandara Schiphol di Amsterdam dan menurut laporan ada upaya dari organisasi teroris yang berusaha merekrutnya.

Pernah ditanya tentang perang di Afghanistan ia menjawab “Apa pendapat saya? Kita melihat di berita setiap hari orang yang tidak bersalah dibunuh. “

Kemudian Emzawi pergi ke Kuwait untuk hidup dengan keluarga tunangannya dan kemudian kembali ke London pada Mei 2010.

Intelijen Inggris yakin pada saat itu telah terjadi sesuatu pada diri Emzawi. Dokumen pengadilan yang dikutip media Inggris menjelaskan bahwa pemuda tersebut memilik hubungan erat dengan seorang di London yang masuk dalam jaringan ekstrimis yang dekat dengan organisasi Al-Syababu Islami yang merupakan cabang al-Qaeda di Somalia.

Saat di London ia dekat dengan Bilal el-Berjawi seorang teroris yang tergabung dalam gerakan Al-Syabab yang tewas setelah serangan pesawat tanpa awak pada Januari 2012.

Setelah itu karir Emzawi di Inggris menjadi tidak jelas dan sebelum dia menghilang pada tahun 2012 ia mencoba untuk kabur namun pemerintah Inggris melarangnya.

Pada 2013 ternyata Emzawi sudah berada di Suriah, disana ia berubah total dan dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin.

Surat kabar The Guardian menyebutkan “dalam dua tahun terakhir ia naik pangkat dan masuk dalam jajaran tinggi organisasi ISIS dan punya peran penting di antara militan asing lainnya.”

Seperti jihadis lainnya ia muncul di Ar-Raqqah salah satu kota di Suriah di markas ISIS. Seorang mantan anggota organisasi teroris mengatakan kepada majalah Inggris “Aku ingat dan aku melihatnya beberapa kali ia adalah orang Inggris yang menjagal orang-orang Suriah.” tutur Seorang mantan tahanan yang menjelaskan bahwa Emzawi ” pembunuh berdarah dingin, kejam dan sadis. (ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: