News Ticker

Denny Siregar: Api Suriah, Eropa dalam Bahaya

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Diperkirakan lebih dari 20 ribu militan ISIS berbaur dengan para imigran yang masuk ke negara-negara Eropa yang menerima mereka. Mereka akan bergabung dengan sel-sel radikal mereka yang sudah ada disana.

Sebagai catatan, anggota ISIS di Suriah banyak yang berasal dari negara-negara di Eropa. Mereka dilatih dan masuk melalui Turki. Kepulangan mereka ke negaranya masing2, akan membentuk sel-sel teroris baru. (Baca juga: Turki Tangkap 5 Orang Warga Indonesia dan 2 Perancis yang Akan Gabung ISIS di Suriah)

Eropa memang kewalahan menerima gelombang pengungsi Suriah. Tercatat Jerman, Austria, Hungaria sudah mulai mengeluhkan situasinya, belum lagi kemungkinan munculnya gesekan-gesekan dengan warga negara asli. Bahkan David Cameron PM Inggris sudah menyatakan, “2 dari 100 pengungsi adalah militan ISIS..” Sementara ini ada 120 ribu imigran Suriah yang ditangani Komisi Eropa dan disalurkan ke beberapa negara termasuk Yunani dan Spanyol. (Baca juga: Menlu Perancis; Resolusi Diplomatik Suriah, Mustahil Tanpa Bashar Assad)

Paus Fransiskus, pemimpin Vatikan, juga resah akan situasi ini. Selama ini Vatikan memang terus diguncang kampanye ISIS bahwa mereka akan masuk dengan menggunakan Libya sebagai pintu gerbang menuju Roma. Dan dalam kampanye-nya ISIS mengancam akan mengibarkan bendera hitamnya disana. Menyusupnya ISIS melalui gelombang pengungsi Suriah di Eropa, menambah kekhawatiran Paus akan terbuktinya ancaman ISIS.

Inilah senjata makan tuan bagi Eropa yang turut serta dalam membidani kelahiran teroris-teroris di Suriah termasuk ISIS. Jejak berdarah mereka sudah memakan korban ratusan ribu jiwa di Suriah.

Kekhawatiran juga datang dari Turki. Dalam beberapa gambar yang diambil, pemerintah Turki mendapati beberapa militan ISIS masuk kembali ke Turki sesudah melarikan diri akibat serangan Rusia. Dikhawatirkan kepulangan mereka akan mengobarkan semangat jihad dengan memindahkan medan perang baru sesudah di Suriah mereka tersingkir. (Baca juga: Politisi Perancis; Jika Assad Jatuh, Barat Takkan Mampu Kalahkan ISIS)

Jika akhirnya ISIS membuktikan ancamannya untuk menyerang negara-negara Eropa, bisa dibilang ini akan menimbulkan gelombang kekacauan global. Eropa akan menjadi api. ISIS juga berhasil menyelundupkan gas sarin, gas syaraf yang berbahaya, melalui kapal2 pengungsi.

Saya hanya berfikir para keluarga di Eropa yang sudah berbaik hati menerima pengungsi dengan tangan terbuka. Mereka akan menjadi tumbal dari kebijakan pemerintahnya.

Ingat cerita saya bagaimana awal mula warga Suriah yang ter-provokasi untuk menjatuhkan Bashar Assad, menyambut dengan tangan terbuka koalisi militan asing melalui Turki, yang pada akhirnya membantai para penyambutnya sendiri ?

Apa yang terjadi di Suriah akan menjadi cermin bagi masyarakat Eropa. Perang akhir zaman skalanya harus sangat luas melingkupi dunia, dan bukan hanya terjadi di Suriah. Jilatan apinya kemana-mana, termasuk negara kita.

Rasanya secangkir kopi saja tidak cukup untuk membayangkan seberapa besar sebenarnya apa yang dinamakan “Api Suriah”. (ARN/MM)

Sumber: Akun Facebook Denny Siregar

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: