News Ticker

Dua Pahlawan Bom Beirut yang Terlupakan Media dan Rakyat Internasional

BEIRUT, Arrahmahnews.com – Ada sebuah serangan teroris yang sangat mematikan minggu ini, yang serangan tersebut telah menewaskan puluhan orang serta melukai ratusan lainnya, dan tidak terjadi di Paris.

#PrayForBeirut, #PrayForParis, #PrayForJapan

Pembom bunuh diri ISIS meledakkan diri mereka di bagian selatan Beirut, Kamis (12/11) lalu, menewaskan 43 orang dan melukai 239 lainnya. (Baca juga: Bom Beirut dan Kisah Heroik Adel Termos Yang Korbankan Nyawa Demi Orang Lain

)

Wartawan Tamara Quiblawi dari CNN menggambarkan bahwa setelah pasar terbuka yang sebelumnya ramai di distrik al-Bourj Barajneh, serangan bom merubah suasana pasar bagai suasana lokasi pembantaian, “Ada banyak pecahan kaca di jalan, banyak darah,” katanya. “Dan itu benar-benar sebuah adegan kekacauan dan pembantaian.”

Saat itu juga, Beirut mempertontonkan sebuah aksi pengorbanan yang heroik, saat Adel Termos menggasak pembom bunuh diri kedua dengan menjatuhkannya tepat kala pembom itu menuju keramaian dan bersiap meledakkan dirinya.

“Ia menjatuhkannya (bomber) ke tanah, yang menyebabkan bom yang dikenakannya meledak,” ungkap Elie Fares, seorang dokter asli Beirut, kepada PRI. “Ada banyak, banyak sekali keluarga, bahkan ratusan keluarga mungkin, yang berhutang nyawa kepada Termos”. (Baca juga: Apa itu Operation Honet’s Nest?)

Adel Termos dan anaknya, Meninggal Karena Selamatkan Warga lain dari Serangan bom ISIS

Termos kala itu ada di pasar bersama putrinya, tak satupun dari keduanya yang selamat.

Pemberitaan media-media utama terhadap serangan Beirut sangat jarang. Menyedihkan, karena tragedi ini dikerdilkan di tengah hiruk-pikuk yang hanya media-media ini pusatkan seputar serangan Paris. Tragedi Beirut juga telah gagal untuk menarik perhatian media sosial dari serangan Paris. Grafik Trends Google mengatakan itu semua.

Screen-Shot-2015-11-14-at-11.41.31-AM
Blogger India Karuna Ezara Parikh menanggapi ini dengan sebuah puisi yang sejak diunggah menjadi begitu populer. (Baca juga: KEBETULAN? Direktur CIA Bertemu Kepala Keamanan Perancis dan MOSSAD Sebelum Serangan Paris)

“Bukan Paris yang harus kita doakan, tapi dunia,” tulisnya. “Dunia dimana Beirut, terhempas oleh pemboman yang tidak diberitakan oleh pers. Sebuah dunia di mana sebuah bom meledak di sebuah pemakaman di Baghdad, dan tidak ada update status dari seseorang mengatakan ‘Baghdad’ karena tidak satu orang kulit putihpun yang tewas dalam tragedi disana… “

Juli lalu, lebih dari seratus orang Mesir tewas oleh serangan ISIS. Bulan lalu, seratus lebih tewas akibat pemboman di Ankara, Turki. Kemudian Beirut dan sekarang Paris. Seperti apa yang Presiden Obama katakan kemarin setelah serangan Paris, “Ini adalah serangan terhadap seluruh umat manusia dan nilai-nilai universal kita bersama.” (Baca juga: 9 Orang Tewas Dalam Peristiwa Bom Mobil di Sinai, Mesir)

Sayangnya, Presiden Obama yang berbelasungkawa seketika setelah serangan terjadi terhadap peristiwa Paris itu, tidak membuat pernyataan resmi dalam menanggapi serangan Beirut. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: