Pendapatan Minyak Menurun Serta Defisit Anggaran Saudi Sebabkan Para Buruh Mogok Kerja

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Bank sentral AS baru saja mengumumkan laporan tentang situasi ekonomi di Arab Saudi dimana pendapatan minyaknya turun hingga hampir 42 persen dan defisit anggaran mencapai 130 miliar dolar. (Baca juga: Kerajaan Saudi Sumbang Kebangkrutan Kepada Rakyatnya)

Menurut laporan itu, jika pemerintah Saudi terus dalam kondisi yang sama atau dalam arah yang sama hal itu akan berakibat pada habisnya cadangan kas selama tiga tahun ke depan yang mana pada saat sekarang ini sampai pada batas 670 miliar dolar.

Terkait hal tersebut sumber berita “Arabi21” mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir Arab Saudi sedang menghadapi gelombang protes para pekerja dan karyawan yang belum menerima gaji mereka selama lebih dari enam bulan, ditambah lagi ribuan pekerja dan karyawan perusahaan besar yang mogok kerja dan menuntut pembayaran gaji mereka. (Baca juga: Saudi Bangkrut, Sejumlah Pangeran Menghilang Bawa Lari Kekayaan)

Disisi lain Kementerian Tenaga Kerja Saudi juga mogok beroperasi dan berhenti melayani perpanjangan tinggal dan penerbitan visa kerja baru karena belum dilakukannnya pembayaran hak-hak pekerja. Masalah-masalah pekerja menumpuk dua kali lipat dan pada saat yang sama pihak kementrian tenaga kerja tersebut tidak mampu menyediakan sumber mata pencaharian. (ARN/AM)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: