Wajah Munafik Obama Tampak di Paris, Tuai Kritikan Pedas Netizen

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Menyusul pernyataan Obama yang menyatakan bahwa serangan Paris adalah “Serangan terhadap peradaban dunia,” tanggapan yang semula hanya mengalir halus, segera berubah menjadi banjir kritik di media sosial. Berbagai komentar yang bermunculan menunjukkan ketersinggungan para netizen berdasarkan kenyataan bahwa Presiden Amerika itu sama sekali tidak memberi pernyataan serupa atas tragedi pemboman mematikan Beirut yang terjadi hanya sehari sebelum peristiwa Paris. (Baca juga: Howard Nema: Tragedi Paris! Operasi Hitam CIA, MOSSAD Wujudkan Tatanan Dunia Baru)

Pada hari Minggu (15/11), menyusul pertemuannya dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Antalya menjelang KTT G-20 2015, Obama mengatakan bahwa “ Pembunuhan terhadap orang-orang yang tak bersalah berdasarkan ideologi yang menyesatkan, bukan hanya serangan pada Perancis saja, bukan hanya serangan pada Turki saja, itu adalah serangan terhadap peradaban dunia”. 

Pengguna Twitter, termasuk beberapa analis dan wartawan, dengan cepat mulai mengkritik presiden atas ekspresi selektifnya dalam mengungkapkan kecaman, mengingat bahwa serangan teroris yang juga mengerikan di Lebanon, terjadi hanya sehari menjelang peristiwa mengerikan di Paris, namun sama sekali tidak menerima kata-kata besar seperti yaitu ‘serangan peradaban’ sebagaimana yang Obama ungkapan mengenai Paris.

Pada hari Kamis, ledakan kembar menghantam distrik Burj al-Barajneh Beirut, menurut Palang Merah hal itu mengakibatkan kematian sedikitnya 43 orang, dan 239 lebih terluka. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (Baca juga: Dua Pahlawan Bom Beirut yang Terlupakan Media dan Rakyat Internasional)

Twitt Ian Bremmer

Ilmuwan politik Amerika, Ian Bremmer menyebut bahwa presiden sudah keterlaluan. Ia dengan  sinis mentweett bahwa sementara serangan Paris adalah “serangan terhadap dunia yang beradab,” serangan ISIS di Lebanon, atau, mungkin, pesawat penumpang Rusia di Mesir, tidak.(Baca juga: 9 Orang Tewas Dalam Peristiwa Bom Mobil di Sinai, Mesir

)

Frustrasi Bremmer ini juga disuarakan oleh orang lain, termasuk produser film Mikhail Galustov dan wartawan Ben Norton.

Twitt Mikhail Galustov

Dalam perang komentar yang muncul di bawah tweet-nya, yang menjadi hit dan diretweet hampir 500 kali, Norton menunjukkan apa yang ia maksud, mencatat bahwa “koalisi yang didukung Barat membom pernikahan warga Yaman pada 28 September, menewaskan 131 warga sipil. Pembantaian itu tidak diperdulikan”. (Baca juga: Jet Tempur Saudi Bombardir Pesta Pernikahan, 75 Orang Tewas)

Twitt Ben Norton

Pengguna lain mengaitkan twitt mereka dengan artikel yang sangat baik yang diterbitkan oleh penerbit New Matilda, Chris Graham. Ia memberitakan pada hari Sabtu bahwa perbandingan pemberitaan antara serangan Paris, dengan teror di Lebanon tampaknya memang disengaja untuk lebih menyoroti “kesedihan dan kemarahan” Barat yang selektif. (Baca juga: Bom Beirut dan Kisah Heroik Adel Termos Yang Korbankan Nyawa Demi Orang Lain)

Twitt Gary Buckley

Graham, yang juga menjabat sebagai editor berita dan analisis situs independen Australia, menunjukkan bahwa “Saat Perancis belum lagi memasuki periode berkabung, Lebanon baru saja mengalami hal yang sama. Dan mungkin beberapa orang bahkan tidak pernah mendengar apapun mengenai hal itu.”

twitt masyarakat1

Wartawan itu mencatat bahwa tidak seperti serangan di Paris, peristiwa di Lebanon, (belum termasuk menyebut serangan Israel di Lebanon) .. yang mewakili pemboman mematikan di Beirut sejak perang saudara Lebanon berakhir lebih dari dua dekade lalu itu, “ tidak menerima  tweet dari (Perdana Menteri Australia) Malcolm Turnbull,  tak ada pernyataan media sosial dari Barack Obama, tidak ada blog media langsung dari media Barat, tidak ada liputan media wall to wall, dan tidak ada hashtags twitter dari warga Australia untuk solidaritas dengan Lebanon. “

Pada akhirnya, Graham menyarankan bahwa sementara “solidaritas dengan, dan kasih sayang untuk, Perancis adalah (tanpa diragukan lagi) hal yang baik … solidaritas dan kasih sayang bagi para korban terorisme di mana-mana adalah bahkan lebih baik lagi.

Twitt Masyarakat1

Komentar para ahli ini belum termasuk komentar-komentar yang membanjiri dunia maya, termasuk oleh  pengguna Twitter biasa, hingga orang-orang keturunan Lebanon berbahasa Inggris yang juga menyatakan kepahitan dan kemarahan atas kata-kata Obama, serta kegagalannya untuk menyebutkan negara-negara lain, termasuk Lebanon, yang dalam perjuangan melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya tak pernah dihiraukan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Pada hari Sabtu, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengekspresikan belasungkawanya terhadap para korban serangan teror Paris, menambahkan bahwa “yang kini Paris derita akibat teror biadab, adalah apa yang orang-orang Suriah harus hadapi lebih dari 5 tahun. (ARN)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: