News Ticker

Agen Rahasia Jerman Akui Jadi Mata-mata CIA

Markus Reichel dalam ruang sidang di pengadilan Munich, 16 November 2015

MUNICH, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang mantan agen rahasia Jerman yang dituduh melakukan aksi mata-mata untuk CIA, kemarin, Senin(16/11), akhirnya mengakui tuduhan itu di sidang pengadilan. Agen rahasia tersebut mengaku terpaksa melakukan hal itu karena tidak puas dengan pekerjaannya sebagai agen rahasia Jerman.

“Tidak ada yang mempercayaiku dengan apapun di Badan Intellijen Federal (BND) Jerman. Di CIA, hal itu berbeda,” ungkap Markus Reichel pada pengadilan di kota Munich Jerman dalam sidangnya di hari Senin.

Pria 32 tahun itu didakwa telah memberikan 200 lebih dokumen rahasia, termasuk nama dan alamat agen BND, CIA dari tahun 2008 sampai pertengahan dengan imbalan setidaknya US$ 106 ribu dolar (atau Rp1,5 miliar),”

Jaksa juga mengatakan bahwa terdakwa telah memberikan tiga dokumen rahasia kepada agen rahasia Rusia di konsulat negara itu di Munich.

Reichel adalah karyawan BND (Agen Rahasia Jerman) sampai penangkapannya pada bulan Juli tahun lalu. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.

Pada 2012, Markus mengontak CIA lewat email dan menawarkan nama-nama pejabat BND di seluruh dunia. Ia juga bertemu tiga kali dengan agen CIA di Austria, sebelum tertangkap.(Baca juga:AS Mata-Matai Kanselir Jerman)

Petugas keamanan menemukan memori USB berisi 218 dokumen dalam komputer di rumahnya. Pemerintah Berlin sempat marah dengan peristiwa itu. Washington menolak mengakui kasus Markus ini, namun secara pribadi mengakui CIA dikontak oleh agen Jerman.

Pada Mei 2012, penyidik Jerman meneliti email Markus yang dikirim ke Konsulat Rusia di Munich. Setelah diusut, ketahuan Markus juga menjual sejumlah informasi ke pihak Rusia. Markus pun ditangkap Juli 2012.
Pemerintah Berlin juga berhasil mengungkap seorang agen rahasia AS di Berlin yang menjadi tersangka lain. Saat digrebek di rumahnya, agen rahasia itu tak mengaku dan minta petugas menghubungi departemen luar negeri AS.(Baca juga:Sentimen Anti-NATO Membludak di Jerman)

Gara-gara itu Kanselir Jerman Angela Merkel naik pitam dan mengusir Kepala Intelijen Kedubes AS di Berlin. ”Masalahnya bukan kenapa saya marah. Tapi kasus ini menyiratkan bahwa kita berbeda konsep soal cara kerja intelijen,” kata Angela Merkel kepada sebuah stasiun televisi Jerman.(ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: