News Ticker

Ali Valentino: Kesederhanaan BUNG KARNO dan BUNG JOKO

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM  Tulisan Ali Valentino yang memperlihatkan begitu miripnya tipe Bung Karno dan Bung Joko dalam menjalani kehidupan nyata sebagai seorang Presiden dalam kehidupan sehari-hari.

BUNG KARNO, Kebiasaan makan Bung Karno sederhana sekali. Kalau makan di istana, hanya dengan tangan, tidak pakai sendok dan garpu. Ini kebiasaannya sejak dulu, terutama kalau makan bersama keluarga. Nasinya hanya satu mangkok kecil. Yang paling digemari sayur lodeh, sayur asam, dan telur mata sapi. Juga ikan asin goreng dan sambal. Sambalnya tidak dipindah dari cowek atau ditaruh di piring kecil. Tapi harus tetap di cowek (cobek). Benar-benar menu rakyat biasa. Ia juga suka kopi tubruk, sayur daun singkong, sawo, dan pisang.

Kesederhanaan Bung Karno dan Bung Joko

Kalau pagi suka minum kopi tubruk. Resepnya, satu cangkir diisi dengan satu sendok kopi dan satu setengah sendok gula. Sarapannya tempe goreng atau roti bakar dan dua sendok teh madu tawon, telur ayam mata sapi.

Suatu hari, selesai jalan-jalan di Istana Merdeka Bung Karno mengajak Letnan Soetikno, pembantu ajudan presiden dan Mangil ikut makan pagi. Menunya sederhana. Bung Karno makan satu mangkok kecil nasi, sayur daun singkong, sambal, dan ikan asin goreng. Buahnya sawo dan pisang. Ia makan pakai tangan, sedang Letnan Soetikno dan Mangil pakai sendok dan garpu. Minumnya hanya teh. Sambalnya ditaruh di cobek, lengkap dengan munthu-nya.

Kalau minum manis, Bung Karno tidak mau pakai gula, tapi sakarin. Ia juga suka makan sate ayam di Pantai Tanjungpriok bersama putra-putrinya. Kalau pergi ke rumah makan, terutama RM Tungkong di Menteng (sekarang namanya RM Cahaya Kota), Bung Karno senang mie goreng, nasi goreng, ayam goreng, atau sate ayam.

Soal pakaian, Bung Karno paling teliti. Kalau ada wartawan atau kawan berpakaian kurang rapi, atau dasi miring, langsung dia betulkan. Ia sendiri kalau berpakaian sangat rapi.

Pakaian hariannya sederhana. Kalau ada yang robek, diperintahkan menjahitnya kembali dan terus dipakai lagi.

Apalagi kalau pakaian sangat disenangi, sungguh pun sudah robek dan sudah jahitan, tetap dipakai. Termasuk sandal, lebih senang memakai yang sudah lama, hampir rusak. Bung Karno juga paling gemar dengan kursi rotan yang sudah lama dipakai. Alasannya, kursi rotan lama akan mengikuti bentuk tubuh pemakainya. Jadi, lebih enak diduduki.

BUNG JOKO, Untuk urusan makan siang, menu yang dipilih Jokowi terbilang sederhana. Misalnya pada saat dia selesai salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Saat itu, Jokowi menyempatkan diri santap siang di warung Tegal yang berada dekat masjid. Menu yang dipilihnya terdiri dari terong balado, tempe goreng, orek tempe, teri, krecek, telur gudeg. Untuk minum, dia memesan es kelapa muda.

Gambar Ilustrasi Jokowi dan Pak Karno

“Makanan di sini enak, tapi menu andalan tempenya nggak boleh dilewatkan,” kata Jokowi. Jokowi juga mengaku sering mengunjungi Warteg tersebut. “Jika ditotal, menu makan siang Jokowi tersebut seharga Rp 15 ribu.

Selain menyukai tempe dan gudeg, Jokowi juga hobby menikmati oseng kangkung dan bakwan jagung. Untuk menjaga stamina pun, Jokowi juga tidak suka mengkonsumsi seplemen atau vitamin. Ia lebih memilih meminum jamu. Ramuan jamu yang wajib diminumnya adalah perpaduan temu lawak dan madu.

Pak Ganjar Pranowo bercerita ketika setelah Pak Jokowi pulang bersilaturrami dari rumah Gus Mus di Rembang, ketika iring-iringan melewati melewati Kudus, mereka hendak mencari makan. Ganjar menawarkan rumah makan yang cukup terkenal. Ternyata, Jokowi lebih memilih makan di sebuah warung makan kecil pinggir jalan. “

Perjuangan Pak Karno

Bagi Jokowi, baju yang dipakainya tidak perlu yang bermerek dan berharga mahal. Cukup baju yang dijual di factory outlet, yang penting nyaman dipakai.

Untuk kaos-pun Jokowi membeli kaos palsu alias KW, bukan yang asli. “Kaos saya KW 2 beli di Bandung. Keren,” kata Jokowi sambil tersenyum.

Pernah pada seusai salat Jumat di di Masjid Sunda Kelapa, Jokowi menyempatkan diri membeli tiga baju yang ditebusnya dengan harga Rp. 75 ribu.

Dan saat menjelang pernikahan anaknya ibu negara memesan baju untuk perkawinan jumlah keseluruhan ada sekitar 20 potong, dengan jumlah biaya tidak lebih dari 30 juta rupiah untuk semua pesanan keluarga Presiden Jokowi itu.

>> Jauh beda ya dengan badut sirkus yang harga jam tangan saja 2 Milyar. (Salam Damai)

Sumber: Akun facebook Ali Valentino

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Filosofi sepeda ala Jokowi | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: