News Ticker

Dagelan Israel, Solidaritas Untuk Paris Ditengah Pembantaian Rakyat Palestina

AMERIKA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pada Sabtu malam, di Yerussalem, demi solidaritas dengan Republik Perancis, dinding Kota Tua dekat gerbang Jaffa diterangi dengan warna biru, putih dan merah. Di Tel Aviv, ribuan warga Israel berbondong-bondong datang ke Rabin Square untuk memberi dukungan pada rakyat Perancis. Memanfaatkan momen serangan ini, Netanyahu menyatakan bahwa Paris dan Israel adalah sama-sama korban teror.

Warga Palestina Yang Meninggal Oleh Kekejaman Zionis Israel

Michael Greenberger (Michael Greenberger adalah mahasiswa ilmu politik Amerika yang tinggal di Israel) menulis dalam artikelnya, bahwa bagi Israel, dalam menunjukkan solidaritas, narasi sebenarnya jelas jauh berbeda dari negara-negara lain di seluruh dunia. (Baca juga: Youtube Pasang Badan Tutupi Kejahatan Israel

)

Bagi Greenberger, untuk membingkai bahwa Israel adalah korban kekerasan yang sama, yaitu kekerasan yang termotivasi oleh ekstremisme agama yang merenggut nyawa lebih dari 120 orang di Paris, adalah sama saja dengan mengeluarkan pernyataan untuk menyangkal segala kriminalitas HAM yang telah dilakukan Israel, dan untuk membuat kebohongan bahwa pemerintah Israel secara politis tidak bersalah, dan sama sekali tidak bisa disalahkan dalam memerangi rakyat Palestina yang melakukan perlawanan atas pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Menyamakan apa yang terjadi di Israel dengan yang yang terjadi di Paris, adalah cara yang digunakan oleh para pemikir Israel untuk melarikan diri dari segala pembantaian sadis yang telah dilakukan terhadap rakyat Palestina dan membingkai semua kejahatan itu atas nama perang yang tak dapat dihindari dalam konflik dengan masyarakat ekstremis. Menurut Greenberger, konflik tersebut hanyalah karangan Israel,dan masyarakat Palestina bukanlah ekstremis. Untuk mengklaim sebaliknya adalah upaya sengaja untuk menyabotase kesempatan perdamaian, dan karenanya berarti pencabutan dengan sengaja hak asasi manusia rakyat Palestina. (Baca juga: Israel, Terima Kasih Saudi Kamu Telah Tutupi Kejahatanku)

Kejahatan Zionis

Jelasnya, menurut Greenberger, kekerasan yang terjadi di Perancis dengan perlawanan yang dilakukan rakyat Palestina sangat berbeda. Dua serangan yang terjadi di dua tempat ini jauh berbeda. Pemerintah Israel tidak bisa mengelak bahwa kebijakan politik mereka untuk memperluas pemukiman ilegal yang terus menerus mencaplok tanah warga Palestina dan terus berlangsungnya pendudukan telah mendorong suasana kebencian di mana sentimen anti-Israel lebih mudah berkembang, dan bahwa semua perlawanan warga Palestina terhadap Israel adalah karena membela hak-hak mereka.

Para politisi oportunis, bahkan Perdana Menteri serta tokoh-tokoh utama dan komentator politik Israel, sama-sama bergabung dalam paduan suara yang memanfaatkan situasi Paris ini. Via twitter, jurnalis Dan Margalit, menggunakan kesempatan pembantaian Paris ini untuk menyiratkan bahwa Israel telah diperlakukan tidak adil atas kebijakan politiknya terhadap rakyat Palestina. (Baca juga: Mufti Wahabi Keluarkan Fatwa Haram Bunuh Orang Zionis Israel)

Tidak peduli berapa banyaknya tentara yang memegang senapan diturunkan ke jalan-jalan, Paris bukanlah Yerusalem. Dan tidak peduli berapa banyak politisi Israel menyerukan dunia bersatu melawan fundamentalisme Islam, Israel bukan Perancis, dan rakyat Palestina yang memperjuangkan kemerdekaannya bukanlah ISIS.

Netanyahu Tokoh Jahat Zionis Israel

Pencahayaan tembok Yerusalem dalam warna bendera Perancis bukanlah tanda solidaritas, itu adalah tanda dari kebodohan dan upaya pelarian Israel dari tanggung jawab atas penindasan warga Palestina. (ARN/RM)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: