News Ticker

Denny Siregar: Negeri Para Makelar Berbaju Pejabat

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Ramai di pemberitaan tentang kasus Setya Novanto dan Sudirman Said tentang pencatutan nama presiden dalam negosiasi terselebung, membuat salah satu pegiat sosial media Denny Siregar berkomentar dan memberikan kritikan pedas.

Memang tidak mudah menjatuhkan seorang Setya Novanto

Dia tipikal pengusaha ulet yang sejak mahasiswa harus bekerja keras memutar otak untuk membiayai kuliahnya. Mungkin karena didesak situasi seperti itu, ia akhirnya malah berkembang menjadi pengusaha sukses.

Meme

Pada puncak kesuksesan seseorang, jalur politik memang seperti menjadi sebuah keharusan. Ia akhirnya mengembangkan jaringan perkawanannya di Kosgoro, KONI dan Golkar.

Keuletannya di dunia politik diakui oleh lawan-lawannya. Tidak kurang banyak Indonesia Corruption Watch atau ICW membeberkan dugaan korupsinya mulai dari skandal cessie Bank Bali sampai penyelundupan beras vietnam 60 ribu ton. Kasus itu lenyap tanpa sedikitpun ia tersentuh, padahal menurut ICW Setya diduga pernah jadi tersangka.

Bahkan seorang temannya, Nazarudin yang menjadi tersangka banyak kasus pernah mengatakan bahwa ia diancam akan dibunuh jika membeberkan keterlibatan Setya di proyek E-KTP senilai 2,5 triliun. Abraham Samad waktu masih menjadi ketua KPK pun mengincar sejumlah kasus korupsi yang membayangi Setya Novanto, tapi ia keburu dijatuhkan dari kursinya.

Ketua DPR kelahiran bandung ini, memang terus eksis di dunianya sedangkan lawan-lawannya berjatuhan. Mereka yang ingin menyeretnya, tidak sanggup menggapai ketinggian kedudukan Setya. Lobi-lobinya kuat sekali dan jaringannya dimana-mana. Ia menjaga mereka dan mereka menjaganya. Simbiosis mutualisma.

Tapi sepandai-pandainya monyet melompat, akhirnya kesandung juga

Tanpa diduga, boss Freeport merekam pembicaraan mereka tentang masalah negosiasi perpanjangan kontrak Freeport. Seharusnya Setya sadar bahwa perusahaan Internasional sekelas Freeport selalu merekam negosiasi bisnis, untuk dipresentasikan kepada dewan komisaris mereka tentang “biaya tak terduga” yang harus dikeluarkan. Ini berhubungan dengan transparansi di internal perusahaan, apalagi itu perusahaan publik.

Yang tidak diantisipasi Setya Novanto adalah hubungan boss Freeport dengan Sudirman Said Menteri ESDM. Ia tidak menyangka bahwa Maroef Sjamsoedin Presdir Freeport menyerahkan rekaman pembicaraan mereka ke Sudirman Said. Mungkin boss Freeport ini kesal karena permintaan Setya terlalu tinggi, fee nya total 20 persen saham dari nilai 100 trilyun, atau total 20 trilyun. “Duwit mbahmu, tah…” Begitu mungkin pikiran boss Freeport dalam versi suka-suka.

Setya langsung menitikkan airmata di depan kamera ketika diwawancarai wartawan bahwa namanya di sebut mencatut nama Presiden. Bukan karena ia “malu aku malu pada semut merah”, tapi karena ia merasa difitnah. Ia mengakui bertemu boss Freeport tapi tidak mengakui bahwa ia mencatut nama Presiden.

Bahkan sesudah bertemu wapres JK, ia mengaku bahwa pertemuannya dalam kapasitas pribadi bukan atas nama pimpinan tinggi lembaga. Lucu juga, karena seharusnya ketika ia disumpah jabatan, apapun yang dilakukannya melekat nama lembaga tinggi negara. Kecuali ketika ia berenang, tentu ia hanya pake celana renang.

Setya Novanto seperti tahu saja dimana bau uang. Ia diduga ke Jepang, melobi pembelian pesawat amfibi dari yang seharusnya urusan Kemenhan. Ia tiba-tiba di New York bertemu Donald Trump. Ia lebih mirip pengusaha dalam baju pejabat. Gayanya masih gaya lama, gaya makelar, padahal era sudah berubah.

Apakah airmata Setya Novanto akan melelehkan hati penonton sinetron “Papa minta saham” ini, sesudah mama minta pulsa tertangkap?

Kita akan saksikan episode demi episode yang akan menguras air mata kita. Air mata bahagia, karena negara tercinta ini tidak dipimpin oleh orang-orang seperti mereka, para makelar atas nama negara. (ARN/MM)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: