News Ticker

Spanyol dan Italia Tak Ikut Perancis Serang Suriah, Kenapa?

MADRID, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Spanyol dan Italia, pada hari Selasa (18/11), menyatakan bahwa mereka “tidak akan ambil bagian dengan Perancis serang Suriah.”

Menurut Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz dalam sebuah wawancara dengan media salah satu media lokal, mengatakan,” Spanyol saat ini tidak berniat ikut andil dalam menyerang Suriah meskipun kami mendukung Perancis dalam memerangi terorisme.” Dia menekankan “Setiap aksi militer Spanyol harus dibawah payung Uni Eropa dan PBB. Sementara kita harus mempertahankan diri karena ISIS menyatakan perang kepada Negara-negara di dunia”. 

Dia menjelaskan “Setelah serangan pada hari Jumat di Paris tidak ada yang dapat melindungi diri dari ancaman terorisme, tetapi tidak ada alasan Spanyol untuk panic, karena layanan anti-terorisme kami berjalan pada kapasitas penuh untuk memastikan keamanan.”(Baca juga: Vokalis U2 Bono ; Mereka Pengungsi, Bukan Imigran, Bantulah Mereka)

Kata Fernandez Diaz, “Jumat depan saat diadakannya pertemuan Dewan Luar Biasa yang dihadir Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Uni Eropa di Brussels, kami akan menyampaikan proposal untuk mendirikan sebuah sistem pendataan daftar wisatawan dalam skala besar, dan memperketat pengawasan di Uni Eropa untuk mencegah perdagangan ilegal senjata yang sampai kepada ekstrimis berkedok Islam (Jihadis), selain itu juga untuk memutus aliran dana rahasia pendanaan ISIS yang menjual minyak dengan harga rendah di pasar. “

Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Roberta Pinotti menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer Perancis di Suriah. Televisi resmi Italia melaporkan pernyataan Pinotti ” Kami tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Suriah, tapi saya tidak mengesampingkan penguatan kehadiran kami di Irak, dalam arti bahwa kita menambah jumlah pasukan militer yang bertugas 500-750 personil sesuai dengan usulan di Parlemen.” (Baca juga: Denny Siregar: Api Suriah, Eropa dalam Bahaya)

Menteri pertahanan Italia itu melanjutkan bahwa “Italia selalu berdiri disisi Perancis dan kami membuat banyak usaha di mana kami berada di garis depan dalam pengiriman unit militer ke Irak untuk melawan ISIS dan kami siap untuk memberikan dakungan dalam bentuk lain.”

Ia juga menekankan bahwa “perang melawan terorisme tidak hanya berarti dengan menggunakan kekuatan militer akan tetapi disana masih ada masalah lain semisal propaganda kelompok radikal dan ekstrimis di internet (dunia maya), pendanaan keuangan, dan investigasi intelijen, jadi kami berpikir bahwa banyak bidang dalam pembangunan kerjasama yang kuat.”

Pinotti menjelaskan bahwa “para menteri dalam negeri Eropa akan mengadakan pertemuan penting pada hari Jumat dan yang akan membahas langkah-langkah baru dan yang lainnya untuk dikembangkan perang melawan teroris dimana hal itu butuh waktu yang lama dan kerja keras serta ekstra hati-hati.” (ARN/RLM)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: