News Ticker

Donald Trump Banjir Kritik Atas Sikap Rasisnya Anggap Muslim “Teroris”

22 November 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Bakal calon presiden dari partai Republik AS, Donald Trump mendapat kecaman keras dari rekan-rekan sesama bakal calon presiden dan juga mendapat kritik tajam dari para ahli atas ucapannya yang mengatakan bahwa ia akan meminta orang-orang Islam untuk mendaftar di sebuah database khusus sebagai respon atas serangan Paris minggu lalu.

Kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan Bernie Snders menyebut retorika anti-Muslim Trumph itu sebagia retorika yang “mengejutkan” dan “keterlaluan”. (Baca juga: Janji Hillary Clinton Kepada Zionis Israel)

Ini adalah retorika yang mengejutkan. Seharusnya hal ini dikecam oleh semua orang yang ingin mencari pemimpin di negeri ini,” twitt Clinton.

Capture2


“Sungguh pernyataan yang keterlaluan dan fanatik. @realDonaldTrump seharusnya malu pada dirinya sendiri” twitt Sanders.

Capture3
Mantan Gubernur Florida, Jeb Bush menyebut permintaan untuk mendaftar dalam sebuah data base adalah “menjijikan”, dan itu adalah sesuatu yang tidak akan mendapat dukungan dari warga negara Amerika.

Senator Texas, Ted Cruz yang selama ini menghindar dari mengkritisi Trump dalam pencalonannya sebagai presiden, mengatakan, “ Saya bukan penggemar pemerintah yang mendata warga negara Amerika.” (Baca juga: Calon Kandidat Presiden AS Ben Carson; Muslim Tak Layak Pimpin Amerika)

Komentar Trump tentang database nasional untuk Muslim dilontarkan Kamis malam ketika ia berkampanye di Iowa. Dalam sebuah video yang dimuat di MSNBC.com, Trump ditanya apakah Muslim harus melaporkan diri (agar tercatat). Ia menjawab, “Harus.”

Ia mengatakan Muslim harus didata di “berbagai penjuru” dan mengatakan program itu sebagai “semata-mata bagian dari manajemen.”

Ahli kebebasan agama dan masyarakat mengatakan ide kebebasan Trump bertentangan dengan konstitusi.

“Individu tidak boleh dibedakan demi pengawasan pemerintah berdasarkan keyakinan agama mereka,” kata Steven Shapiro, direktur legal American Civil Liberties Union. (Baca juga: Rubio Sebut Hillary Clinton ‘pembela status quo’)

Marci Hamilton, seorang ahli hukum kebebasan beragama dari Yeshiva University, mengatakan mengharuskan Muslim melaporkan diri adalah pelanggaran Konstitusi AS tentang perlindungan kebebasan beragama.

“First Amendment dalam Konstitusi AS adalah untuk memimpin pemerintah agar menggunakan kriteria netral,” kata Hamilton. “Kita bisa menggunakan kriteria netral untuk mengidentifikasi teroris. Tapi kita tidak bisa menggunakannya untuk menghujat satu agama. Tidak akan lolos di pengadilan manapun”. (ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Kolega Setya, Donald Trump: “Umat Islam Haram Hidup di AS” | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: