News Ticker

Analis; Donald Trump dan Pendukungnya Adalah Orang-orang “Bodoh”

23 November 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Kandidat presiden AS, Donald Trump adalah bukan apa-apa selain “Badut Penipu” yang percaya kebohongan soal kesuksesannya. Demikian diucapkan seorang analis politik dan penulis Amerika Serikat.

Daniel Patrick Welch, sang analis, mengucapkan hal itu saat wawancara melalui telepon dengan Press TV pada hari Minggu (22/11) kemarin. Wawancara itu dilakukan setelah berbagai pernyataan kontroversial Trump terkait warga AS yang beragama Islam.

Bakal calon Presiden dari Partai Republik itu mengusulkan adanya sebuah database dari semua umat Islam di Amerika. Setelah sebelumnya ia mengusulkan untuk membuat KTP khusus bagi orang Islam sehingga kaum muslim mudah dipantau. Ia juga menganjurkan pemerintahnya untuk mengawasi, masjid-masjid di Amerika. Hal ini disampaikan pada 16 November 2015, saat mengomentari teror di Paris. “Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid itu, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu,” kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC. (Baca juga: Donald Trump Banjir Kritik Atas Sikap Rasisnya Anggap Muslim “Teroris”)

“Nah, Donald Trump adalah anugerah yang terus memberi bukan? Pria ini tak lain hanyalah seorang badut, siapa saja akan tertipu yang mempercayai kebohongan mengenai kesuksesannya. Begitu pula para pendukungnya. Mereka semua sangat bodoh dan kurang informasi hingga mereka berpikir menjadi miliarder adalah usaha pribadi,” ungkap Welch.

“Pada dasarnya itu adalah kebohongan, bahwa semua orang kaya berusaha meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka memiliki kecerdasan atau keterampilan padahal kenyataannya keterampilan mereka hanyalah, untuk terus menopang sistem yang curang, sistem yang korup yang nantinya akan terus memberikan mereka peningkatan saham tak terbatas, jika mereka belum mati. Dan itulah yang terjadi pada Trump, “tambahnya. (Baca juga: Denny Siregar: Negeri Para Makelar Berbaju Pejabat)

Mr. Welch mengatakan Trump adalah seorang rasis, dan ia mengumbar sikap fasistik absolutnya, sesuatu layaknya Hitler.

“Itu adalah tindakan badut. Masalahnya adalah, hal itu semacam tabir asap terhadap apa yang terjadi. Anda tahu bahwa politisi AS lainnya mendukung desain imperialisme,” ucapnya. (Baca juga: Denny Siregar: Politisi Potong Bebek Angsa dan Negeri Sejuta Konyol)

“Trump tidak akan terpilih, tapi Hillary Clinton atau salah satu kandidat lain yang hampir pasti akan terpilih, mereka tidak mendukung perubahan dalam kebijakan luar negeri AS. Mereka semua imperialis. Mereka semua berpikir boleh boleh saja bagi AS untuk melemahkan dan mengguncang setiap sekutu potensialnya seperti Rusia dan China, ” ungkap analis tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: