Denny Siregar: Melawan Paham Wahabi

23 November 2015,

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Nama samarannya Abu Ibrahim al-Raqqawi. Ia adalah seorang pemuda yang tinggal di Raqqa, salah satu kota di Suriah, yang dijadikan ibukota oleh gerakan teroris ISIS. Gelombang pengungsi Suriah terbanyak dari kota ini.

Stop Radikalisme

Ibrahim mendirikan gerakan diam bernama “Raqqa is Being Slaughtered Silently”, dia men-dokumentasikan kehidupan di Raqqa sesudah kota itu dikuasai ISIS dengan kamera videonya.

Ini bukan kerjaan main-main, karena banyak pemuda sepertinya yang tertangkap dan dieksekusi oleh ISIS. Apa yang dilakukan Ibrahim adalah memberi tahu kepada dunia tentang apa yang dilakukan ISIS ketika mereka menguasai suatu wilayah. Anda bisa melihat hasil-hasil videonya di youtube.

Inilah gerakan perlawanan yang dilakukan untuk melawan kezoliman ISIS oleh pemuda-pemuda Suriah. Ia melawan dengan caranya, dengan apa yang ia bisa lakukan. Dan berhasil. Video ini menggugah beberapa pemimpin dunia seperti Rusia dan Iran untuk membantu Suriah melawan ISIS. (Baca juga: Mufti Al-Azhar; Wahabi, ISIS dan terorisme Hasil konspirasi Kerjaan Saudi

)

Bentuk perlawanan yang sama sudah mulai terlihat di Indonesia, hanya modelnya masih berupa pencegahan. Menarik melihat model-model penyadaran kepada rakyat Indonesia tentang bahayanya ISIS dengan paham wahabinya.

Pemerintah menggandeng NU dan Muhammadiyah meluncurkan konsep “Islam Nusantara” sebagai bentuk antitesa dari Islam model arab yang banyak digadang oleh para Wahabi. Dedengkot NU seperti KH said agil siradj, Gus Mus dan Cak Nun turun gunung dan merapatkan barisan di dalam NU untuk mengedukasi warganya tentang bahaya wahabi dan ISIS. Pada hari Santri yang baru diresmikan, mereka juga menerjunkan santri-santri ke wilayah-wilayah perbatasan untuk menata kembali konsep Islam yang ramah sesudah peristiwa Tolikara dan Singkil. (Baca juga: NU-Muhammadiyah Dua Sayap Garuda Indonesia Benteng dari “Khilafah”)

GP Ansor NU-pun menggalang gerakan dengan membentuk aliansi bernama ANAS atau Aliansi Nasional Toleran. Ini tandingan dari gerakan intoleran yang menamakan diri mereka ANNAS atau Aliansi Nasional Anti Syiah, yang diwaspadai sebagai sebuah gerakan yang didanai Saudi untuk memecah NKRI dengan isu sektarian Sunni-Syiah seperti yang terjadi di Suriah. (Baca juga: Denny Siregar: Bongkar Kebusukan Kelompok “ANNAS” Zombie Berwajah Islam)

AnasDi medsos-pun bergerak perlawanan yang sama. Dalam skala internasional, puluhan hacker bergabung dalam kelompok bernama Anonymous untuk “membantai” situs-situs dan medsos yang mendukung ISIS. Mereka sudah menutup 20 ribu twitter yang mendukung ISIS, bahkan mereka berhasil mencuri data apa yang akan dilakukan ISIS kepada beberapa negara termasuk Indonesia. Salah satu data, akan ada penyerangan di sebuah masjid di Karawang oleh ISIS pada hari ini. Serangan tidak terjadi, kemungkinan karena bocornya data yang sudah disebarkan oleh Anonymous ke publik.

Selain Anonymous, aktivis-aktivis medsos di Indonesia juga berjuang melawan kaum Intoleran berpaham Wahabi dengan informasi dan edukasi tentang bahayanya paham mereka. Salah satu diantaranya adalah Permadi Arya dengan nama samaran ustad Abu Janda al-Boliwoudi, yang terkenal dengan parodinya. Ada juga seorang nasrani bernama Aleandro Joshua yang terketuk untuk menjaga keutuhan NKRI ini dari paham-paham intoleran. Selain itu ada nama Surya Hamidi yang sudah sejak lama bergelut melawan kebodohan dan fanatisme para wahabi melalui fesbuk.

Media Kredibel Vs Media Radikal

Di dunia website, muncul tandingan web radikal dengan nama yang dimiripkan, “Arrahmah (com)” yang selama ini menjadi sumber berita bagi kaum intoleran diplesetkan oleh web berita bernama “Arrahmahnews.com”. Sedangkan “Voa-Islam (com)” ditandingi oleh “Voa-Islamnews.com” dan pkspiyungan ditandingi oleh pkspuyengan. Mereka melakukan hal terbalik dari yang selama ini dilakukan website radikal. (Baca juga: Situs Wahabi dan Gerakan Radikal Voa-Islam Hina Gus Dur dan NU)

Itulah model-model perlawanan di negara kita dengan satu tujuan, menjaga Indonesia dari kepentingan kelompok-kelompok yang ingin membawa api Suriah kesini. Satu kesamaan dari mereka adalah mereka melakukan semua ini dengan kesadaran penuh untuk ikut menjaga NKRI. Tanpa bayaran, bahkan banyak mengeluarkan biaya dari kocek mereka sendiri. Dan mereka tidak akan berhasil tanpa bantuan pihak lain yang rajin men-share apa yang mereka lakukan sehingga tersebar dengan luas.

Kesadaran kita bersama-lah yang bisa menyelamatkan negeri ini. Kesadaran itu seperti rantai-rantai yang bertemu satu sama lainnya melindungi dari paham intoleran, kebodohan dan fanatisme yang juga mempunyai kekuatan yang sama. Tidak perlu melawan mereka dengan fisik dan kemarahan, tapi melawan dengan ciri khas Nusantara yaitu bully, parodi, satir, meme-memean cerdas dan menjaga diri dari menyebarkan info hoax yang menjadi andalan paham Wahabi.

Selamat berjuang, kawan. Nasib bangsa kita ditentukan oleh apa yang kamu lakukan pada hari ini.

Semoga kita tidak harus menjadi Abu Ibrahim al-Raqqawi yang setiap hari mempertaruhkan nyawanya demi mengembalikan kotanya yang tercinta seperti dulu saat mereka hidup dengan tenang dan damai. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Denny Siregar

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: