News Ticker

Jurus Baru Jokowi, Para Menteri Harus Siap Pontang-Panting

23 November 2015,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Bapak Kepala negara Joko Widodo atau Jokowi gelar rapat paripurna di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat. Dalam arahannya, beliau meminta agar ‎perencanaan program dan proyek pembangunan 2016 harus matang dan terintegrasi dengan baik dan bersih. (Baca juga: Misteri Jokowi dan Sang Nasib)

jurus Baru Jokowi

” Sesuai dengan amanah Nawa Cita dan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah).‎ Kesemuanya harus saling bekerjasama dan bersinergi antara satu dengan yang lain, karena pembangunan ini sifatnya lintas sektoral, lintas daerah, bahkan lintas negara. Jangan sampai terjebak ego sektoral,” imbau Presiden di Bogor, Senin (23/11/2015). (Baca juga: Semua Gara-Gara Jokowi Sang Presiden

)

Presiden Jokowi juga mengimbau agar para menteri dan juga kepala lembaga beserta seluruh jajarannya bekerja sebagai organisasi matriks, yang saling mendukung dan menopang setiap mandatnya, serta menghindari ‘benturan’ antara kementerian dan lembaga.

“Pemerintah harus satu dan utuh. Tidak boleh ada sampai ada polemik di publik yang menggambarkan perbedaan antara kementerian yang satu dengan kementerian yang lain. Perbedaan hanya di ruangan atau internal saja, hanya di forum-forum kabinet, dan saya harapkan betul-betul serius dalam konsolidasi kementerian-lembaga harus betul-betul selesai dan tuntas,” tegas Presiden.‎

‎Oleh karena itu, Jokowi instruksikan agar segera berkonsolidasi di antara jajarannya wajib selesai tahun depan dan juga menentukan mana yang jadi prioritas, karena tidak mungkin semuanya dilakukan dalam waktu bersamaan. (Baca juga: Jokowi Presiden Yang Cerdas Sudah Kembali)

“Kita harus bisa memilah mana yang prioritas dan strategis, dan mana yang berdampak luas pada rakyat dan mana yang prioritas kedua, ketiga, keempat dan seterusnya,” pinta dia.‎

Presiden Jokowi juga memberikan arahan agar semua anggota kabinet serta lembaga pemerintah non-kementerian, tidak terjebak secara terus-menerus dalam menyelesaikan hal-hal yang mendesak. Sebab, dalam kondisi ini bisa membuat kita lupa akan hal-hal yang stretegis.

Presiden mengingatkan kembali akan strategi baru yaitu ‘totok nadi’ yang pernah disampaikan hal ini sebelumnya, yaitu menentukan dan mengurai titik-titik strategis, guna membuka peluang dan memecahkan sumbatan-sumbatan masalah yang besar.

“Kata kuncinya adalah, para menteri serta kepala lembaga harus berani membuat suatu terobosan yang kreatif mencari metode baru, jangan terjebak dengan business as usual,” ujar Jokowi.

5 Arahan Penting Presiden Jokowi

Arahan lainnya, beliau mengimbau agar pemerintahannya harus menjalin komunikasi dengan rakyat, agar mereka (rakyat) terlibat langsung dan bisa memberikan masukan terhadap program-program pembangunan yang ada. Pemerintah juga harus melibatkan diri dengan rakyat guna melakukan perubahan-perubahan yang dapat menunjang pembangunan.

Presiden juga mengingatkan ada 5 hal yang pokok dan harus menjadi pegangan oleh para anggota Kabinet Kerja. Pertama, masalah pertumbuhan ekonomi. Kedua, penyerapan tenaga kerja atau angka tenaga kerja.

Ketiga, masalah angka kemiskinan, keempat masalah inflasi yang menyangkut daya beli rakyat, dan kelima masalah rasio, kesenjangan, serta pendapatan.

“Ini yang harus dipegang 5 ini. Kita harus siap pontang-panting dengan bagus, tapi kalau 5 hal ini tidak bisa terlaksana, tidak ada artinya,” pungkas Jokowi. (ARN/BerbagaiMedia)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: