News Ticker

Kongres AS Marah: Obamalah Penghambat Serangan Tumpas ISIS di Suriah dan Irak

23 November 2015,

AMERIKA, ARRAHMAHNEWS.COM – Mengutip keterangan dari pilot angkatan udara AS dan dari para Anggota terkemuka Kongres AS mengungkapkan bahwa Barack Obama telah penghambat penumpasan sebesar 75 persen dari serangan yang menargetkan ISIS. Seperti dilaporkan oleh kantor berita FNA (22/11). (Baca juga: Surat Heboh dari Senator Virginia untuk Assad: AS, Saudi, Turki, Qatar Kompak Hancurkan Suriah)

Obama Batasi Serangan Kepada ISIS

pemerintahan Obama telah membentuk koalisi dari 60 negara guna melawan ISIS, sebagai bentuk tanggapan atas jatuhnya Mosul dan semakin bertambahnya kekuatan regulasi ISIS di daerah luas baik di Irak maupun di Suriah, hal itu sesuai dengan klaim Washington. Namun setelah lebih dari setahun ternyata strategi Obama dan pemerintahannya bersama koalisi yang dipimpinannya belum mampu menunjukkan kemampuan dan hasil maksimal dalam melawan ISIS dan itu nampak dari masih tersebarnnya aksi-aksi serangan teror dari organisasi teroris tersebut di kedua Negara (Suriah dan Irak). (Baca juga: 10 Fakta Suriah Yang Tak Terbantahkan

)

Salah satu Situs Amerika “Washington Free Beacon” melaporkan, pernyataan dari anggota senior Kongres AS yang menjelaskan bahwa para pilot Angkatan Udara AS yang telah kembali dari perang di Irak melawan ISIS mengatakan bahwa pemerintahan Obama telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan 75 persen dari rencana serangannya atas teroris ISIS. (Baca juga: Denny Siregar: Api Suriah, Eropa dalam Bahaya)

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Kongres Ed Royce George W mengungkapkan tentang motif dari pembatalan sejumlah 75% dari rencana penyerangan terhadap ISIS, bahwa serangan itu dihentikan dengan dalih kebijakan politik Obama berupa pengurangan kematian warga sipil dan kerugian yang disebabkan oleh serangan. Padahal Amerika memilik radar dan alat canggih yang bisa mendeteksi musuh dengan akurasi yang akurat.

Dia juga melontarkan ucapannya itu kepada pemerintahan Obama “Anda telah merencanakan untuk menargetkan ISIS lebih dari 12 bulan sementara elemen organisasi teroris itu masih juga berkeliaran bebas, kenapa Anda tidak menggunakan angkatan udara, dan ketika para pilot datang kembali hari ini, mereka memberitahu kepada kami bahwa tiga perempat dari rencana serangan belum dilaksanakan, mereka mengatakan perintah itu datang karena dilihat ada ketidaktepatan sasaran, kita tidak mengerti maksud dari strategi ini karena hal itu memungkinkan ISIS untuk mengeksploitasi kekejamannya.” (Baca juga: Mufti dan Tokoh Agama Suriah: Kami Akan Selalu Dukung Bashar Assad Sampai Titik Darah Penghabisan)

Pensiunan Jenderal AS Jack Keane saat pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri DPR, menguatkan akan pandangan Ketua Komite dan pada saat yang sama ia juga mengkritik kebijakan politik pemerintahan Obama yang memerintahkan untuk membatasi serangan militer terhadap ISIS.

Dia mengatakan “Sejak awal hal ini sangat mengherankan, karena Presiden mengeluarkan pernyataan yang membatasi senjata Angkatan Udara sejak awal kegiatannya (operasi serangan udara)”.

Pensiunan jenderal itu mengkritik pembatasan yang ditetapkan oleh Obama dalam serangan udara pemerintah AS yang menargetkan ISIS, ia menjelaskan “Kekuatan senjata pasukan militer udara Perancis dan Rusia tidak mengasumsikan adanya pembatasan dalam menjalankan misi penyerangan ke pos-pos para teroris di Irak dan Suriah karena mereka berkoordinasi dengan pemerintah dan pasukan Suriah meskipun mereka menggunakan alat deteksi canggih”. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: