News Ticker

Analis Geopolitik; Rusia Jangan Terprovokasi Turki, Akhir Permainan Sudah Dalam Genggaman

25 November 205,

BANGKOK, ARRAHMAHNEWS.COM – Angkatan Udara Rusia seharusnya tetap melanjutkan usahanya untuk menutup koridor Jarabulus-Afrin di utara Suriah, walaupun mendapat provokasi dari Turki. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang analis geopolitik yang berbasis di Bangkok, Tony Cartalucci.

Analis geopolitik Tony Cartalucci memfokuskan perhatian pada fakta bahwa selama beberapa minggu terakhir pasukan Rusia dan Suriah telah terus-menerus meraih kemenangan di Suriah, dan berhasil merebut kembali wilayah-wilayah dari ISIS dan al-Qaeda. (Baca juga: Staf AU Rusia; Moskow Akan Sikat dan Hancurkan Target Apapun yang Berbahaya)

“Tentara Arab Suriah (SAA) bahkan sudah mulai mendekati sungai Efrat timur dari Aleppo, yang secara efektif akan memotong jalur pasokan utama ISIS dari wilayah Turki,” ungkap Cartalucci dalam artikelnya terbaru untuk New Eastern Outlook.

Ia menjelaskan bahwa dari sana, tentara Suriah dengan dukungan udara Rusia akan bergerak ke utara, ke dalam “zona sangat aman” yang telah direncanakan Washington dan Ankara untuk menguasai Suriah. Cartalucci juga menunjukkan bahwa “zona aman” itu mencakup area Suriah utara yang membentang dari Jarabulus ke Afrin dan Al-Dana. (Baca juga: Ahli Perancis; Penembakan Jet Rusia Tampakkan Turki Kibarkan Bendera Hitam ISIS)

Jika pasukan Suriah berhasil memegang kendali atas zona ini, rencana Barat untuk mengambil dan menguasai wilayah (dengan prospek untuk melanjutkan Balkanisasi terhadap wilayah tersebut ) akan berantakan. Jika ini terjadi, maka proyek perubahan rezim, yang telah diimpikan oleh Barat sejak awal kerusuhan Suriah, jelas akan tertunda,” tambah Cartalucci sebagaimana diberitakan Sputnik News, Selasa (24/11).

“Akhir permainan sudah dalam genggaman, dan hanya langkah-langkan penuh keputus-asaan yang bisa diharapkan untuk mencegah Rusia dan Suriah dari mengamankan perbatasan Suriah nantinya. Provokasi Turki adalah langkah semacam itu,” Cartalucci menekankan.

“Seperti langkah dalam permainan catur, seorang pemain seringkali memprovokasi lawannya untuk melakukan beberapa gerakan,” catat Cartalucci lebih lanjut. (Baca juga: Kremlin; Pesawat Rusia Yang Ditembak Jatuh Tak Langgar Wilayah Udara Turki)

Menurut analis geopolitik ini, pilihan terbaik bagi Rusia saat ini adalah melanjutkan kemenangan atas perang, yaitu dengan meneruskan untuk menguasai koridor Jarabulus-Afrin. Dengan memperkuat daerah ini, pasukan Rusia dan Suriah akan bisa mencegah NATO menyerang Suriah, dan pada saat yang sama akan memotong jalur pasokan ISIS dan front al-Nusra dari Turki. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Analis Geopolitik; Rusia Jangan Terprovokasi Turki, Akhir Permainan Sudah Dalam Genggaman

  1. Setuju apapun yang membahayakan sikat saja mr.putin…agar konflik timur tengah segera berhenti dan damai…kalau amerika campur tangan pasti hanya kehancuran yang ada…segera hanguskan saja secepat yang mendanai dan kirim senjata kepada pemberontak dan teroris.

1 Trackback / Pingback

  1. Suriah-Rusia Menanti Nafas Terakhir Anasir Teror | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: