News Ticker

Denny Siregar: KITA SEMUA GURU

25 November 2015,

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebenarnya kalau mau bicara selamat hari guru, kita harusnya mengucapkan selamat kepada semua.

SELAMAT HARI GURU 2

Kita harus ucapkan selamat kepada pak Solihin, tukang sampah yang menjadi guru bahwa pekerjaan apapun mulia asal semua dikerjakan dengan ikhlas dan penuh kejujuran. Kita juga harus ucapkan selamat kepada ibu kita yang menjadi guru pertama dalam melihat dunia.

Jangan lupa ucapkan selamat juga kepada pakde Jokowi, sebagai guru politik sehat yang mengajari kita. Pak Prabowo juga layak mendapat ucapan selamat karena melalui beliau kita tahu bagaimana seharusnya bersikap kepada para serigala.

Salah satu guru terbaik adalah Ahok, yang keberaniannya mengundang kita untuk berbicara tanpa takut dengan sekat ras dan agama. Jonru juga guru terbaik kita karena dengannya kita paham bahwa ada jenis orang yang fungsinya menunjukkan kesalahan-kesalahan berfikir manusia.

Setya novanto meski begitu juga adalah seorang guru, bagaimana kita harus mempunyai cita-cita setinggi langit dan dilangit lebih enak naik jet pribadi. Fadli Zon juga guru bagi kita, bagaimana ketika cinta sudah berbicara maka sang kekasih layak dibela sampai berbusa-busa.

PKS juga adalah guru kita. Mereka memperlihatkan bagaimana cara bermain kotor tetapi tangan tetap bersih untuk ditaruh didada. SBY juga guru. Beliau mengajarkan keberanian yang luar biasa tentang menghadapi situasi ekonomi yang sudah dipinggir tebing dengan cara menelurkan 5 album pilihan.

Farhat abbas guru yang lumayan baik. Darinya kita belajar untuk brutal tetapi terus lembutlah di depan kamera. Dari Nasar kita juga bisa belajar tips mencurahkan hati yang luka. Sayangnya, Musdalifah tetap saja menyita alphard-nya.

Ibas adalah guru yang konsisten dengan prinsip mangan ora mangan asal berlengan panjang. Sedangkan Majelis Kehormatan Dewan adalah guru terbaik kita dalam mengambil keputusan cepat meskipun masalahnya belum dibahas.

Adalagi guru-guru yang mengajarkan kita bagaimana cara membangun masjid melalui rapat di dalam kamar hotel terdekat. Dan guru-guru agama yang mengajarkan tentang berjenggot-lah dahulu, ilmu belakangan.

Lihat, semua orang menjadi guru bagi orang lainnya. Kita belajar melalui banyak peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat didalamnya. Seperti secangkir kopi, peristiwa adalah rasa pahit dan guru ditambahkan sebagai pemanis supaya ceritanya seimbang.

Selamat hari guru. Sampai sekarang yang saya tidak mengerti dan ingin saya tanyakan kepada para guru adalah benarkah guru itu kencingnya berlari? Saya pernah nyoba, sampai sekarang tetap gak bisa. Malahan gara-gara itu, si mike tyson sempat menderita kejepit resleting celana. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Denny Siregar

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: