News Ticker

Putra Erdogan Jalankan Bisnis Haram Penjualan Minyak Curian ISIS

26 November 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Moskow telah menyatakan bahwa Turki membantu ISIS dalam perdagangan minyak ilegalnya dimana hal itu digunakan demi kepentingan finansial kelompok teroris tersebut. Menurut analis, serangan udara Rusia di Suriah mengganggu kesepakatan menguntungkan bagi para makelar Turki, termasuk para pejabat Ankara.

Media sosial Turki telah memposting foto-foto anak Presiden Turki Recep Erdogan, Necmettin Bilal, saat sedang makan malam di sebuah restoran Istambul dengan seseorang yang diduga pemimpin ISIS, yang telah mengaku berpartisipasi dalam pembantaian di Homs dan Rojava, Suriah atau yang dikenal dengan nama Kurdi sebagai Kurdistan Suriah atau Kurdistan Barat. (Baca juga: Insiden Jet Tempur Rusia Adalah Aksi Balas Dendam Erdogan Atas Kerugian Yang Dialami Sapi Perahnya, ISIS)

Bilal Erdogan bersama pemimpin dan anggota ISIS

Bilal Erdogan bersama pemimpin dan anggota ISIS

Ada spekulasi yang menyatakan keterlibatan langsung Bilal Erdogan dalam pasar hitam bisnis minyak dengan ISIS.

“ISIS memiliki banyak uang, ratusan juta atau bahkan miliaran dolar, dari penjualan minyak. Selain itu mereka dilindungi oleh militer oleh negara-negara besar dan kuat yang sudah sama-sama kita tahu. Seseorang tentunya dapat memahami mengapa mereka (ISIS) bisa bertindak begitu berani dan terang-terangan. Mengapa mereka membunuh orang dengan cara mengerikan seperti itu. Mengapa mereka melakukan tindakan teroris di seluruh dunia, termasuk di jantung Eropa, “kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa, setelah F16 Turki menembak jatuh jet tempur Rusia Su-24, di dekat perbatasan Turki-Suriah. (Baca juga: Ramzan Kadyrov; Turki Akan Sesali Tindakan Liciknya Jatuhkan Jet Tempur Rusia : Video

)

Oktober lalu, Sekretaris AS untuk intellijen keuangan dan terorisme , David Cohen mengatakan bahwa ISIS berpenghasilan 1 juta dolar per hari dari penjualan minyak. “Menurut informasi kami, pada bulan lalu, ISIS telah menjual minyak dengan harga diskon untuk berbagai makelar/perantara, termasuk beberapa diantaranya berasal dari Turki, yang kemudian mengangkut minyak yang akan dijual kembali itu. Hal ini juga tampak bahwa beberapa minyak yang berasal dari wilayah di mana ISIS beroperasi telah dijual ke Kurdi di Irak, dan kemudian dijual kembali ke Turki, “katanya.

Menurut Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, “tengkulak” minyak dari Turki tidak hanya terdiri dari para pengusaha, namun juga para pejabat Ankara. Turki melindungi ISIS karena “kepentingan keuangan langsung dari beberapa pejabat Turki yang berkaitan dengan pasokan produk minyak sulingan dari beberapa kilang minyak yang dikendalikan oleh ISIS.”

 Analis politik Rusia, Igor Yushkov, dari Dana Keamanan Energi Nasional mengatakan bahwa operasi anti-teror Moskow di Suriah telah membuat bisnis semacam itu menjadi jauh lebih sulit.

Seorang anggota dewan pakar dari Uni Industri Minyak Rusia, Eldar Kasayev, mengatakan bahwa ISIS menjual minyak di kisaran 15-25 dolar per barel, dimana harga itu jauh lebih murah daripada patokan Brent, yang diperdagangkan pada angka 45-50 dolar perbarel.

“Dengan menjual kembali, Ankara memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan terus menbombardir Kurdi, dengan dalih bahwa pihaknya membombardir para radikal,” tambahnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: