News Ticker

Kemenlu Rusia: Turki dan NATO “Berandalan” Suriah

27 November 2015,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia menganggap bahwa Ankara tertarik untuk menempatkan para “Berandalan” di Suriah dan sama sekali tidak tertarik untuk menjaga keamanan warga sipil, hal itu terlihat dari NATO yang memberi lampu hijau kepada Turki untuk mengambil langkah-langkah yang mengancam keamanan internasional. (Baca juga: AS dan Turki Selamatkan Abu Bakar al-Baghdadi di Irak)

Kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah konferensi pers, Kamis (26/11), bahwa Moskow mengharapkan Ankara adanya pernyataan resmi akan dukungannya kepada para militan bersenjata yang membunuh pilot Rusia dan memutilasi jasad korban pada Selasa (24/11).

Zakharova menegaskan bahwa NATO tampaknya “tunduk pada tekanan Turki sehingga memberikan lampu hijau bagi Turki dan sekutu negara-negara NATO lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang melanggar hukum dan merusak upaya internasional dalam memerangi kelompok teroris ISIS dan bahkan untuk menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional”.

Diplomat Rusia itu menunjukkan bahwa NATO mencoba untuk menyakiti Rusia atas jatuhnya SU-24 dengan tidak menyampaikan ucapan belasungkawa ke Rusia. (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

Dia menambahkan bahwa pembunuhan salah satu pilot Rusia yang melompat dengan menggunakan parasut saat diledakkannya pesawat, merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, dan ia menegaskan bahwa para senator dari Amerika Serikat, NATO dan Uni Eropa mengetahui hal itu dengan baik namun mereka diam saja.

Zakharova mengatakan bahwa sungguh mereka yang menjatuhkan jet tempur Rusia telah salah besar jika dengan itu mereka hendak berusaha untuk melemahkan upaya Rusia dalam memerangi terorisme. dan Moskow akan terus memerangi terorisme pada semua arah. (Baca juga: Drama Suriah, Wajah NATO dan Bualan Turki Jatuhkan Drone Rusia)

Di sisi lain juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia itu menjelaskan bahwa Kementrian Luar Negeri AS sibuk melancarakan tuduhan-tuduhan kepada Rusia terkait operasi militernya di Suriah yang bersandar pada informasi dari media sosial, padahal ada banyak laporan di media komunikasi sosial yang menunjukkan keterlibatan keluarga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam perdagangan minyak dengan para teroris. Kemudian juru bicara itu mengajukan pertanyaan kepada Amerika “Mengapa Anda tidak bertanya tetang masalah tersebut?”.

Zakharova juga mengumumkan bahwa Moskow sedang menunggu tanggapan dari lembaga-lembaga internasional terkait pengeboman yang menargetkan para wartawan RT TV channel “Tass” dimana mereka mengalami luka parah saat meliput berita di Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: