News Ticker

Israel Perintahkan Youtube dan Google Sensor Video Kekejaman Zionis di Palestina

28 November 2015,

TEL AVIV, ARRAHMAHNEWS.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Israel, anggota Knesset, Tzipy Hotovely, minggu ini (28/11) diam-diam telah melaksanakan pertemuan dengan perwakilan Youtube dan Google dalam rangka kerjasama untuk melakukan sensor terhadap video yang menayangankan apa saja yang terjadi di wilayah pendudukan Palestina. Hitovely menyebut video-video itu “menghasut terjadinya terorisme dan kekerasan”. (Baca juga: Netanyahu Tunjuk Wanita Ekstremis Israel Sebagai Wakilnya)

Kekejaman Israel di Palestina

Hatian Maariv Israel menulis bahwa Hotovely akan bekerjasama secara resmi dengan Google dan YouTube dalam mekanisme gabungan yang akan melakukan “pengawasan dan pencegahan” terhadap publikasi atau material apapun yang menurut Tel Aviv disebut telah menjadi inflamasi. (Baca juga: Lousia Lamb ; Israel Tak Akan Pernah Berhenti Membasmi Bangsa Palestina

)

Dalam harian yang dirilis hanya dalam bahasa Hebrew itu, Hotovely mengumumkan bahwa ia telah bertemu dengan CEO YouTube, Susan Wojcicki, dan direktur Kebijakan Publik Google, Jenifer Oztzstzki, di kantor Google’s Silicon Valley.

Kekejaman Zionis Israel Atas Warga GAZA

Hotovely mengatakan bahwa ia menerima mekanisme komprehensif bagi dua perusahaan tersebut untuk memantau film-film yang diduga menghasut kekerasan sambil mengklaim bahwa video-video tersebut telah menghasut anak-anak yang kemudian pergi untuk melakukan penikaman. (Baca juga: Tentara Zionis Bunuh Bayi Palestina Berumur 8 Bulan)

Ia mengatakan bahwa Google sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Kementerian Luar Negeri Israel, dan membangun mekanisme “kerja kolaboratif” yang akan membuat kedua belah pihak bermitra dalam memantau materi-mater yang diterbitkan dan kemudian menyensor mereka.

Langkah Israel itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pendudukan Palestina, dan sejumlah besar video, termasuk yang menunjukkan gaya eksekusi tentara dan petugas Israel dalam membunuhi warga Palestina setelah melukai mereka, dan banyaknya video yang menyorot penderitaan rakyat Palestina yang hidup di bawah pendudukan ilegal Israel di Palestina.

Kerjasama Israel dengan Google dan YouTube ini memiliki implikasi yang sangat serius, dan banyak wartawan yang jelas-jelas menentang, serta mengatakan bahwa hal itu adalah serangan langsung pada Kebebasan Pers. (Baca juga: Youtube Pasang Badan Tutupi Kejahatan Israel)

Selama ini, semua wartawan asing yang melaporkan dari wilayah Pendudukan diminta untuk mendaftar kepada militer Israel, dan rekaman setiap film yang mereka dapat harus melewati kantor Sensor Militer Israel sebelum dapat dirilis.

Namun dengan kemajuan teknologi, banyak warga Palestina dan penduduk sipil lainnya bisa memposting video tanpa sensor secara online.

Hal ini sangat menggangu Israel. Pemerintah Israel telah sering menyuarakan ketidakpuasan terhadap perkembangan ini, dan terus bekerja untuk menemukan cara demi bisa terus menyensor video yang keluar dari wilayah Palestina. (ARN)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. VIDEO: Begini Modus Keji Aparat Israel Untuk Tangkap Gadis Palestina | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: