News Ticker

Menlu Suriah; Turki Langgar Kedaulatan Suriah Dalam Insiden Jet Tempur Rusia

28 November 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Wakil Perdana Menteri, sekaligus Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, Walid al-Muallem menyatakan bahwa aksi penembakan Turki terhadap pesawat Rusia adalah sebuah “tindakan agresi” yang melanggar batas kedaulatan Suriah karena pesawat telah ditembak jatuh di wilayah udara Suriah. Moallem menambahkan bahwa Turki telah gagal untuk memberikan bukti yang jelas mengenai insiden ini.

Dalam konferensi pers bersama dengan rekannnya dari Rusia Sergey Lavrov, pada Jum’at (27/11) kemarin, al-Moallem menekankan bahwa Turki telah mendukung organisasi teroris dengan senjata dan memfasilitasi gerakan mereka melalui tanah Turki dan mengamankan keluarga mereka. (Baca juga: Turki Tembak Pesawat Rusia, Bentuk Kampanye Sengit Sang “Teroris” Erdogan di Suriah)

Al-Moallem memuji sikap dari pemimpin Rusia terhadap Suriah, terutama upaya yang diberikan oleh Menteri Lavrov dalam mempromosikan proses politik di Wina. Ia juga mencatat bahwa sikap ini mencerminkan kedalaman aliansi strategis antara Suriah dan Rusia, dimana Lavrov menggambarkan bahwa pembicaraannya dengan Menteri Lavrov sebagai pembicaraan yang “jujur dan konstruktif”.

Mengenai mereka yang menuntut Presiden Bashar al-Assad untuk mundur, al-Moallem mengatakan “Anda berada dalam delusi dan alasannya adalah jelas karena Presiden al-Assad percaya pada hak rakyat Suriah untuk menentukan nasib sendiri dan tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mengambil hak ini begitu saja, “kata Al-Moallem. (Baca juga: Kemenlu Rusia: Turki dan NATO “Berandalan” Suriah)

Menteri itu menunjukkan bahwa Angkatan Udara Rusia bekerjasama dengan Tentara Suriah telah mengakhiri mimpi Erdogan yang mendorong Turki untuk melakukan agresi ini.

Al-Moallem mengatakan bahwa Turki terus menerus memberi perlindungan terhadap operasi penyelundupan minyak dari Suriah dan Irak ke Turki sebelum nantinya dikirim ke negara-negara lain. (Baca juga: Janji Rusia Ditepati, Jet Tempur Kremlin Hancurkan Tangker Minyak Selundupan ISIS : Video)

Al-Moallem menantang Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk bisa membuktikan satu saja bukti bahwa Suriah pernah melakukan perjanjian minyak dengan ISIS. “Bagaimanapun juga, itu bukan kebohongan pertamanya,” ungkap al-Moallem mengejek Kerry. (Baca juga: Rusia Seru AS Berhenti Bermain “Game Geopolitik” Terkait Suriah)

Mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, al-Moallem mengatakan kepada wartawan bahwa Suriah selalu memperingatkan penanganan Eropa yang salah terhadap krisis di Suriah. Ia berulang kali memperingatkan bahwa terorisme akan menjadi bumerang pada mereka yang mendukungnya, ia juga menyesali bahwa Inggris dan Perancislah yang dulunya memimpin upaya Eropa untuk melawan pemerintahan yang sah Suriah.

“Tawaran Fabius ‘dan kesediaan Perancis untuk bekerja sama dengan tentara Suriah, jika terbukti benar, akan disambut,” tambah al-Moall, namun mengatakan perubahan drastis yang perlu dalam pendekatan terhadap krisis Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: