News Ticker

Warga Sidotopo Tolak Bedah Buku Wahabi di Kampus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya

28 November 2015,

SURABAYA, ARRAHMAHNEWS.COM – Ramai tersebar lewat sms dan broadcast whats’up tentang akan sejumlah elemen dari masyarakat di Surabaya mempersoalkan keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib. Karena kampus yang berada di kawasan Sidotopo ini berpandangan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, dan Maulid Nabi sebagai kegiatan bid’ah. Tidak sampai di situ, lewat Bulletin Al-Iman edisi 205 yang diterbitkan, mereka menyatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai musyrik, kafir, dan bisa masuk neraka. (Baca juga: Lagi-Lagi Wahabi Numpang Nama Aswaja ” STAI Ali Bin Abi Thalib”, Isra’ Mi’Raj Bid’ah)

Pihak PWNU Jawa Timur berharap sudah seringkali mengingatkan pemerintah agar segera tanggap dengan tindakan pengacau keamanan yang dilakukan kelompok masyarakat di akar rumput. Modusnya lewat adu-domba dengan topeng masalah khilafiyah dan perpecahan umat yang kalau dibiarkan dapat menimbulkan konflik horizontal. “Kalau terjadi kekacauan di kawasan tertentu, maka yang akan rugi adalah pemerintah sendiri lantaran dianggap gagal memberikan rasa aman bagi masyarakatnya. (Baca juga: Achmad Bin Zein Al-Kaf Bapak “Anti Persatuan Islam” Indonesia)

Dan Pihak STAI Ali bin Abi Thalib yang berfaham Salafi-Wahabi lagi-lagi membuat masalah dengan dengan warga sekitar, kampus itu akan menyelenggarakan acara bedah buku dengan judul “ Keshahihan Hadis Iftiraaqul Ummah” (Red: Perpecahan umat) oleh karena itu masyarakat Sidotopo dan sekitarnya yang mengatasnamakan Tim 9 menolak dan mengirimkan surat peringatan kepada pihak aparat untuk dapat menghentikan kegiatan meresahkan yang akan membuat pertikian dan kekacauan. Berikut isi Surat warga Sidotopo. (Baca juga: Persatuan Sunnah-Syiah Pesan Ilahi Untuk Negri dari Ancaman Wahabi)

Tim 9

Sehubungan akan diselenggarakannya kajian ilmiah bedah buku dengan judul “Keshahihan Hadits Iftiraaqul Ummah (Perpecahan Umat)” yang akan berlangsung di Masjid Darul Hijrah STAI Ali Bin Abi Thalib Jl. Sidotopo Kidul 51 Surabaya, Ahad 29 November 2015 jam 09.00-selesai, maka kami atas nama perwakilan masyarakat Sidotopo yang tergabung dalam kelompok 9 menolak dengan keras acara tersebut dan memohon kepada Kapolres Tanjung Perak untuk tidak memberi izin/mencabut izin/menghentikan acara tersebut karena:

  1. Belum ada titik temu/perdamaian antara yayasan Al Iskan/STAI Ali Bin Abi Thalib/Radio Al Iman dengan warga Sidotopo dan sekitarnya.
  2. Tema dalam Acara tersebut pasti akan menimbulkan polemik baru masyarakat Sidotopo karena membahas perpecahan umat.
  3. Narasumber atau penyaji sudah dikenal masyarakat dalam salah satu ceramahnya sering menyinggung dan mengolok orang yang tidak sepaham dengan ajarannya (Salafi-Wahabi) sehingga dipastikan akan menyulut kemarahan warga.

Dan kami meminta Yayasan Al Iskan/STAI Ali Bin Abi Thalib untuk tidak meneruskan acara bedah buku tersebut pada tanggal 29 November 2015 dan apabila acara tersebut dipaksa tetap untuk diselenggarakan maka kami Tim 9 dan warga Sidotopo akan siap untuk menggagalkannya.

Penolakan acara ini kami putuskan tentunya demi kebaikan kita bersama dan untuk meredam gejolak warga Sidotopo. Demikian surat penolakan ini kami sampaikan untuk bisa menjadi perhatian aparat yang berwenang.

Dan rumor yang beredar bahwa besok kalau memang panitia bedah buku tetap akan mengadakan kegiatan itu maka warga akan mendemo untuk kesekian kalinya Yayasan STAI Ali Bin Abi Thalib, mereka sengaja memakai nama ini untuk mengelabui warga sekitar. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: