News Ticker

WASPADA, Jaringan Teroris Santoso POSO Masuk Bogor

28 November 2015,

BOGOR, ARRAHMAHNEWS.COM – Lampu siaga teror kembali menyala di Bogor. Polisi mengendus jaringan teroris Poso kelompok Santoso sudah berada di Kota Hujan. Mereka diduga bakal menebar ancaman pada titik-titik strategis di Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang. (Baca juga: Surat Terbuka Wakil Ketua PCI NU AS Protes Bima Arya Karena Tak Hormati Kesyahidan Cucu Nabi)

Kelompok Santoso POSO

“Ini informasi A-1. Saya minta bapak dan ibu pelaku usaha waspada. Simpul-simpul teroris sudah masuk Kota Bogor,” kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra Rahmawan, dalam penguatan Kamtibmas jelang perayaan Natal dan malam Tahun Baru 2016, di Hotel Ririn, Jalan Ciburial Indah, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat (27/11/2015).

Di hadapan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan para pengusaha, Andi menegaskan bahwa target kelompok teroris adalah hotel, mal, terminal dan tempat-tempat keramaian. Sedangkan objek sasaran adalah polisi, TNI dan PNS serta pejabat. “Bogor menjadi kantong teroris. Kasat Intel dan semua Kapolsek sudah saya perintahkan untuk mendata penghuni apartemen, hotel dan kontrakan,” ungkapnya. (Baca juga: Kekhilafan Bima Arya, Petaka Konstitusi, NKRI dan Toleransi

)

Selain itu, temuan tas ransel di belakang Gereja GPIB Petra, Jalan KS Tubun, dua hari lalu, yang diduga berisi bom juga merupakan bentuk teror. Meski diketahui kemudian, isi tas tersebut hanya buku-buku.

“Itu bentuk teror. Apalagi pak Presiden Jokowi menetap di Istana Bogor. Kami harus tingkatkan kewaspadaan. Bagi warga atau anggota, jika menemukan benda mencurigakan, jangan sok tahu dengan membukanya. Tunggu tim penjinak bom dari Brimob,” cetusnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Seribu-Polda Metro Jaya itu menduga, sejumlah kontrakan menjadi tempat tinggal warga asing pelaku teroris. (Baca juga: “ANNAS” Organisasi Intoleran Catut Nama Nu Ajak Musuhi Kelompok Lain)

Karena itu, ia juga mengingatkan para pengusaha untuk waspada, mengingat banyak pelaku teror yang memakai bom cair yang tidak terdeteksi metal detektor. Untuk itu, kepolisian akan menyiapkan alat deteksi bagi hotel atau mal yang belum memiliki alat tersebut.

“Bapak dan ibu, saya ingin kita semua tahu, sekarang ada jenis bom baru dan unik. Tidak bisa terdeteksi dengan metal detektor karena bentuknya cair. Bahannya dari kuteks, cat kuku. Bom cair ini, baunya pekat karena kimia. Langkah pencegahan, lakukan prosedur buka bagasi dan pintu mobil tamu yang masuk hotel atau mal. Jika perlu, periksa benda lain kalau curiga. Security mal dan hotel harus berani melakukan ini,” paparnya.

Pemeriksaan menyeluruh itu harus didukung pimpinan manajemen hotel maupun mal. Karena jika terkena serpihan bom cair, korban akan mati secara perlahan-lahan. (Baca juga: 18 Kelompok Ekstrimis Islam Pro ISIS yang Wajib Diwaspadai Intellijen Indonesia)

“Saya minta, kalau temukan benda mencurigakan, lapor polisi secepatnya. Evakuasi pengunjung juga secara teratur sebelum tim Jihandak tiba. Kalau kita bersatu, ancaman bisa dicegah,” tandas Andi sambil menambahkan, toko yang menjual kimia, sudah di-mapping dan dalam pengawasan 24 jam.

Pernyataan itu diamini Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Bima menjelaskan, ancaman yang masuk di Kota Bogor harus betul-betul diantisipasi agar Kota Bogor tetap aman dan kondusif. (Baca juga: Tolak dan Lawan Kelompok Radikal yang Akan Jadikan Indonesia Seperti Suriah)

Menjadi tanggung jawab polisi dan pemerintah untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. “Kita harus menjaga citra Bogor. Orang ke sini datang karena untuk beristirahat,” tuturnya.

Bima juga mengingatkan warga agar waspada terkait dengan analisis tentang gerakan teror. Sebab, semua dapat menjadi celah yang memungkinkan gerakan tersebut. (Baca juga: Abu Janda Al-Boliwudi Bongkar Media Teroris Berkedok Islam di Indonesia)

“Bogor menjadi tempat inkubasi untuk itu semua. Kita tidak ingin Bogor menjadi tempat konflik internasional. Jadi, harus diperketat dan wajib meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (ARN)

Sumber: Pojoksatu

About ArrahmahNews (12510 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: