News Ticker

Jual Rudal ke Saudi, Inggris Terancam Tuntutan Kejahatan Perang di Yaman.

29 November 2015,

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang Pengacara Kantor Luar Negeri dan para diplomat Inggris telah memperingatkankan bahwa Pemerintah Inggris saat ini harus menghadapi risiko tuntutan atas kejahatan perang di Yaman, setelah semakin banyaknya bukti yang menunjukkan bahwa rudal buatan Inggris yang dijual kepada Arab Saudi, telah digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap sasaran sipil  Yaman.

Menurut rincian laporan yang diterbitkan oleh The Independent pada hari Jumat (27/11), penasihat Kementerian Luar Negeri Inggris, Philip Hammond menyatakan keprihatinan mereka menyoal bahwa penjualan “rudal spesialis,” yang digunakan selama sembilan bulan agresi Saudi di Yaman, kemungkinan telah dianggap sebagai tindakan melanggar hukum kemanusiaan internasional. (Baca juga: SADIS… Duet Saudi-Amerika Pembunuh Rakyat Yaman)

Yemen

Anak-anak Yaman bermain diatas puing-puing serangan Saudi

“Sekretaris Luar Negeri telah mengakui bahwa beberapa senjata yang dipasok oleh Inggris telah digunakan oleh Saudi di Yaman. Apakah jaminan kita jelas, bahwa penjualan tersebut berada dalam aturan perjanjian senjata internasional? Jawabannya adalah, sedihnya, hal itu sama sekali tidak jelas, ” ungkap seorang penasehat hukum senior Foreign and Commonwealth Office (FCO) yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dikutip The Independent. (Baca juga: Bom Cluster Saudi Tewaskan Anak-Anak di Sa’ada, Yaman; VIDEO

)

Seorang pengacara pemerintah yang lain menggambarkan bahwa perang Saudi di Yaman adalah sebuah “perang poxy”, ia menyebut bahwa “ di dalam Sekretariat Luar Negeri (Inggris), koreksi total tampaknya sangat penting sekarang.”

“Akan ada kepentingan untuk memperbaharui legalitas serangan ke Yaman itu. Tidak cukup bagi Sekretariat Luar Negeri untuk dengan mudah mengatakan bahwa kita belum melaksanakan evaluasi secara rinci mengenai (penggunaan senjata Inggris dalam pemboman di Yaman),’ tambahnya.

Pada hari Rabu, rudal PGM-500, yang diproduksi oleh perusahaan Inggris Marconi Dynamics, ditemukan di reruntuhan sebuah pabrik yang ditargetkan Saudi di dekat ibukota Sana’a pada bulan September. Pabrik tersebut, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Human Rights Watch (HRW), hanya memproduksi barang sipil. (Baca juga: Innalillah.. Serangan Jet Tempur Saudi Tewaskan 20 Nelayan Yaman)

David Mepham, direktur HRW dari Inggris, mengatakan bahwa ini hanya dokumentasi terbaru atas kasus pelanggaran hukum perang yang selama ini selalu dilakukan oleh Saudi di Yaman, ia juga menambahkan bahwa “Kementerian Inggris telah secara konsisten menolak untuk mengakui hal ini.”

Dalam beberapa bulan terakhir, pengawas HAM (HRW) dan beberapa LSM lainnya, telah mengatakan mengenai tidak adanya keraguan bahwa senjata pasokan Inggris dan Amerika Serikat telah mencapai target sipil Yaman.

Dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan membawa kembali ke kekuasaan sekutu setia Riyadh, Presiden buronan Abd Rabbuh Mansour Hadi, Arab Saudi telah memulai agresi militer terhadap tetangga selatannya, Yaman, pada 26 Maret tanpa mandat dari PBB.

Menurut sumber Yaman, agresi Saudi tersebut telah menewaskan lebih dari 7.500 orang, sementara PBB menyebutkan korban tewas di 5.700 orang, dengan lebih dari setengah korban yang tewas adalah warga sipil.

Badan PBB untuk anak-anak memperkirakan bahwa sebanyak 10 anak yang dibunuh oleh serangan Saudi setiap hari, dan enam juta orang kini menghadapi kerawanan pangan. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: