News Ticker

NAH LHO..! Google Sangkal Klaim Israel Telah Bersetuju Sensor Video Konflik Palestina

1 Desember 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru bicara Google menyatakan bahwa laporan yang sebelumnya dimuat di salah satu media Israel bahwa Google dan YouTube telah mencapai sebuah persetujuan dengan Tel Aviv untuk melakukan pengawasan dan sensor atas video-video yang menunjukkan kekejaman Israel terhadap masyarakat pendudukan Palestina adalah tidak benar.

“Menyusul laporan media mengenai pertemuan minggu lalu antara eksekutif Google/YouTube dan wakil Menteri urusan Luar Negeri Israel, kami ingin mengklarifikasi bahwa pertemuan ini hanyalah salah satu dari banyak pertemuan yang kami adakan dengan para pembuat kebijakan dari banyak negara berbeda untuk menjelaskan kebijakan kami mengenai konten kontroversial, dan penghapusannya,” ungkap seorang juru bicara dari Google kepada Palestine in Amerika (PiA).(Baca juga:Israel Perintahkan Youtube dan Google Sensor Video Kekejaman Zionis di Palestina)

“Kementerian untuk Urusan Asing Israel telah mengoreksi kesalahan pengumuman mereka yang menyatakan bahwa telah ada persetujuan dengan Google untuk membentuk sebuah mekanisme pengawasan material online,” tambahnya.

Sebelumnya Harian Maariv Israel menulis bahwa Hotovely akan bekerjasama secara resmi dengan Google dan YouTube dalam mekanisme gabungan dan akan melakukan “pengawasan dan pencegahan” terhadap publikasi atau material apapun yang menurut Tel Aviv disebut telah menjadi inflamasi.(Baca juga:Pemukim Israel Ancam Bakar Keluarga Gadis Muda Yang Diculik Bulan Lalu)

Dalam harian yang dirilis hanya dalam bahasa Hebrew itu, Hotovely mengumumkan bahwa ia telah bertemu dengan CEO YouTube, Susan Wojcicki, dan direktur Kebijakan Publik Google, Jenifer Oztzstzki, di kantor Google’s Silicon Valley.

Hotovely mengatakan bahwa Google sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Kementerian Luar Negeri Israel, dan membangun mekanisme “kerja kolaboratif” yang akan membuat kedua belah pihak bermitra dalam memantau materi-materi yang diterbitkan dan kemudian menyensor mereka.(ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: