News Ticker

Pengkhianatan Menyakitkan NATO dan AS Kepada Erdogan

1 Desember 2015,

LEBANON, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah artikel yang ditulis oleh Abdel Bari Atwan yang di muat oleh kantor berita Lebanon, Raialyoum (29/11), debu insiden dijatuhkannya jet tempur Sukhoi milik Rusia oleh jet tempur Turki telah reda, dan kini satu demi satu fakta dan implikasi dari operasi tersebut bermunculan, di tengah suasana ketegangan terus meningkat dan kedongkolan yang besar. (Baca juga: 10 ‘Tamparan’ Putin Kepada Turki)

Konflik RusiaSikap pihak Rusia tercermin dalam tindakan balas dendamnya dimulai pada hari Sabtu (28/11), ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani pemutusan hubungan kerja antara negaranya dan Turki, dan menghentikan wisata penerbangan antara Ankara dan Moskow, serta melarang para pengusaha untuk mempekerjakan warga Turki, tentunya beberapa tindakan tersebut masih bersifat permulaan, dan bisa jadi bukan sebagai ganti dari aksi balas dendam militer. (Baca juga: Insiden Jet Tempur Rusia Adalah Aksi Balas Dendam Erdogan Atas Kerugian Yang Dialami Sapi Perahnya, ISIS

)

Presiden Recep Tayyip Erdogan mulai menyadari bahwa dirinya memulai petualangan atau perjudian paling berbahaya dengan menjatuhkan pesawat Rusia, setelah ia mendapati bahwa dirinya kini sendirian dalam menghadapi Rusia, dimana semua sekutunya berkomitmen untuk diam, dan hanya menunjukkan solidaritas minimal sebatas lisan, terutama NATO dan Amerika Serikat sebagai pimpinannya .

Pesan yang dikirim oleh NATO untuk Presiden Erdogan dan diberitakan oleh sebuah majalah editorial The Economist yang menyampaikan secara tidak resmi keputusan dari negara kapitalis Barat, menyebutkan bahwa menjatuhkan pesawat Rusia bisa saja dilewati meski hal itu dapat membuatnya terprovokasi, dan sangat lebih baik seandainya Presiden Turki menghiasi dirinya dengan dapat menahan diri, karena langkah “emosional” tersebut dapat menghambat kampanye yang bertujuan untuk melawan “Daulah Islamiyah”, dan jika Turki berkeinginan untuk menjatuhkan rezim Assad seharusnya memilih untuk bersekutu dengan mereka dan bukan dengan cara melawan mereka. (Baca juga: Putin; Upaya Lindungi Teroris Berarti Terlibat Dalam Terorisme Itu Sendiri)

Mereka yang terus mengikuti perkembangan pernyataan Presiden Erdogan dan para staf pemerintahan yang ada disekelilingnya, hari-hari ini keluar dengan kesimpulan yang jelas, tak ada kesamaran di dalamnya, yaitu bahwa Presiden Erdogan memahami pesan ini dengan sangat baik, dan mulai mencoba untuk mengambil langkah mundur dan berupaya mencari cara untuk dapat turun dari pohon yang ia mendapati dirinya sedang berada di ujung puncak pohon tersebut setelah ia menumbangkan pesawat Rusia. (Baca juga: Putin Marah Besar: Jet Tempur Sukhoi SU-24 Ditembak, Ternyata Turki Tusuk Kami dari Belakang)

Nukman

Mr Numan Kurtulmus Wakil Perdana Menteri Turki

Sabtu, Presiden Erdogan menyatakan “penyesalanya atas dijatuhkannya pesawat, dan berharap untuk tidak mengulangi kejadian itu, seperti ia berharap bahwa segala urusan menjadi kembali normal antara negaranya dan Rusia, dan berharap akan dapat bertemu rekan Rusia-nya di Paris ,Senin, di sela-sela KTT iklim yang akan diadakan di sana, Mr Numan Kurtulmus Wakil Perdana Menteri Turki benar-benar menunjukkan indikasi penyesalannya ketika ia juga mengatakan, pada hari Sabtu, bahwa “menjatuhkan pesawat Rusia bukanlah tindakan yang disengaja, dan kami tidak tahu kalau itu adalah pesawat Rusia.” (Baca juga: Erdogan: Kami Tak Tahu Kalau Itu Pesawat Rusia, Putin Tak Angkat Telpon Saya)

Bandingkan, beberapa pernyataan tersebut yang jauh dari emosi dan ancaman dengan beberapa pernyataan di hari-hari awal yang dipenuhi dengan emosi dan ancaman bagi siapa saja yang melanggar wilayah udara Turki, dan bagaimana Presiden Erdogan sendiri memperingatkan rekan Rusia-nya agar “tidak bermain api”, hal itu menunjukkan terjadinya perubahan drastis pada sikap  Turki, dan keinginan pasti untuk mengambil langkah mundur dan kembali pada kebijaksanaan dan akal sehat, dan melakukan semua upaya untuk dapat mengatasi krisis.

Sedih rasanya, ketika Presiden Turki mencoba untuk menghubungi Kremlin dan meminta untuk dapat berbicara dengan Presiden Putin namun tidak ada yang mengangkat telepon dan jawaban, sama halnya ketika ia meminta pertemuan di sela-sela KTT iklim di Paris, ia juga mencoba meminta Presiden Perancis Francois Hollande menjadi mediator baginya untuk mengatur pertemuan tersebut namun lagi-lagi tidak menerima jawaban. (Baca juga: Posisi Erdogan Terancam, Putin Sebut Punya Bukti Baru Turki Terlibat Minyak Curian ISIS)

Dijatuhkannya pesawat Rusia oleh Presiden Erdogan merupakan hadiah terbesar bagi musuh bebuyutannya yaitu Presiden Bashar Assad dan sekutunya Iran, ia (yaitu Erdogan) telah merubah Suriah menjadi sebuah hutan rindang yang dipenuhi rudal, ia telah menyia-nyiakan semua mimpi-mimpinya untuk membangun zona larangan terbang di Aleppo dan utaranya.

Siapakah yang dapat menyeret “beruang” untuk bermurah hati dengan begitu mudah? Siapakah menghamparkan karpet merah baginya dengan menjatuhkan sebuah pesawat yang harganya tidak lebih dari beberapa juta dolar saja?. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

4 Comments on Pengkhianatan Menyakitkan NATO dan AS Kepada Erdogan

  1. apriadieneste // Des 1, 2015 at 6:41 pm // Balas

    Makanya endrogan jgn arogan kpd negara lain, seekor kucing kok mau melawan harimau…tau dirilah bro….hhhh

  2. Karma untuk pendana isis club.

  3. DARI DULU JUGA TURKI ITU PERBUATANNYA MEMBANTU BARAT, SELAIN ITU JUGA TURKI PUNYA AGENDA SENDIRI MEREBUT WILAYAH IRAK DAN MENG ENYAHKAN SUKU KURDI. PERBUATAN NYA SUDAH TIDAK ISLAMI LAGI. TURKI AKAN MENERIMA HUKUM DAN MURKA ALLAH

  4. Turky hebat…hebat dgn ketakutan atas dosanya..dosa yg tidak bisa d ampuni..yg telah menjadi koloni zionis…..basmi teroris dan negara yg mendukung teroris.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: