News Ticker

Langgar Kebijakannya Sendiri, Amerika Kembangkan Senjata Nuklir

2 Desember 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakar keamanan Nuklir, James E.Doyle mengecam rencana Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata nuklir baru berwujud rudal jelajah. Ia menyatakan bahwa hal itu telah bertentangan dengan kebijakan AS sendiri untuk mengurangi peran senjata nuklir dalam strategi keamanan nasional.

Dalam opini yang diterbitkan National Interest pada hari Senin lalu itu, Doyle menuliskan kritikannya yang menyatakan bahwa rencana pengembangan senjata baru AS bernama Long-Range Standd-off (LRSO) bertentangan dengan kebijakan “Nuclear Posture Review” dan “The Nuclear Weapons Employment Strategy”.

Rencana pengembangan senjata nuklir oleh AS itu, lanjut Doyle, juga bertentangan dengan tujuan penting dari komitmen AS untuk menjaga stabilitas dunia. Doyle pernah tercatat sebagai staf teknis Divisi Nonproliferasi di Los Alamos National Laboratory 1997-2014.(Baca juga:PM Irak: ISIS, Terorisme, Perang Dagangan Amerika dan Zionis di Timur Tengah)

”Pesawat sarat dengan rudal jelajah nuklir yang dapat menyelinap tak terlihat di bawah radar dan melakukan serangan kejutan secara inheren, tidak stabil,” tulis Doyle sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (1/12).

Padahal, AS dan Rusia pada tahun 1980-an terikat perjanjian kerjasama nuklir. Sejak ada perjanjian itu, saat ini tidak ada pesawat strategi AS atau Rusia secara rutin beroperasi dengan rudal jelajah nuklir. (Baca juga:PM Irak: McCain Tak Usah Kirim Pasukan AS ke Irak, Kami Punya Pejuang Handal)

”Membatalkan program rudal jelajah LRSO akan menjadi cara yang tepat untuk menunjukkan pelaksanaan program pemerintahan ‘Nuclear Posture Review’ dan “The Nuclear Weapons Employment Strategy’serta mengambil langkah kecil tapi signifikan terhadap visi dunia tanpa senjata nuklir,” lanjut Doyle.

“Langkah ini bisa memberikan momentum terhadap larangan global terhadap senjata-senjata ini yang akan meningkatkan stabilitas dan keamanan semua bangsa.”(Baca juga:Dukung Kekejaman Saudi, Amerika Jual Triliunan Dolar Senjata Untuk Riyadh)

Masih menurut Doyle, AS dan Rusia saat ini mengoperasikan rudal jelajah nuklir. Sedangkan China, Pakistan dan India sedang mengembangkan teknologinya. Dia berharap Washington dan Moskow bisa menyepakati larangan operasional rudal jelajah nuklir.(ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: