News Ticker

Sanksi Rusia Atas Turki Buka Peluang Untuk Indonesia

3 Desember 2015

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Direktur Dewan Bisnis Rusia-Indonesia Mikhail Kuritsyn menyatakan bahwa larangan Pemerintah Rusia terhadap warga negaranya untuk tidak mengunjungi Mesir dan Turki harus diambil Pemerintah Indonesia sebagai peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan Rusia ke Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam sesi jumpa pers seusai Forum Bisnis Rusia-Indonesia yang diadakan di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (2/12).

“Salah satu topik yang dibicarakan adalah mengenai industri pariwisata. Kami harap akan ada semakin banyak orang Rusia datang ke Indonesia, dan begitu pula sebaliknya, akan semakin banyak orang Indonesia yang berkunjung Rusia,” kata Kuritsyn kepada para wartawan. (Baca juga: Takut Diserang, Kapal Selam Turki Awasi Kapal Perang Rusia di Lepas Pantai Suriah)

“Apalagi, sekarang Pemerintah Rusia melarang warganya pergi ke Mesir dan Turki, terkait isu terosime. Karena itu, ini adalah peluang bagi Indonesia untuk mengundang lebih banyak wisatawan Rusia ke Indonesia.

Setelah insiden penambakan jet tempur Su-24 Rusia oleh AU Turki di langit Suriah, Pemerintah Rusia segera mengimbau wisatawan Rusia untuk tak mengunjungi Turki. Rozturizm, lembaga khusus yang menangani urusan pariwisata Rusia, telah meminta agensi pariwisata untuk menangguhkan penjualan tiket menuju Turki. Saat ini, Turki merupakan tujuan yang paling populer di kalangan warga Rusia. Pada 2014, sebanyak 3,3 juta wisatawan Rusia mengunjungi Turki. (Baca juga: Putin Tak Sudi Bertemu Erdogan, Pasca Tembak Jet Tempur Rusia)

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan organisasi VTsIOM, selama 2014 lalu, para turis Rusia yang bepergian ke luar negeri rata-rata menghabiskan sekitar 37.077 rubel per orang. Dari jajak pendapat tersebut, diketahui pula bahwa rute perjalanan yang paling diminati adalah Mesir. Direktur Eksekutif Persatuan Agen Travel Rusia Maya Lomidze menyebutkan tahun ini bahkan kunjungan ke Mesir justru meningkat sebanyak sepuluh persen dibandingkan 2014 lalu. (Baca juga: TERBONGKAR.. Kalah Perang di Yaman Saudi Minta Bantuan Rusia, AS Tak Terima)

Menurut Kuritsyn, Indonesia dianggap sebagai destinasi wisata yang aman bagi wisatawan Rusia. “Suasana di Indonesia aman. Selain itu, orang Indonesia sangat ramah. Budaya Indonesia juga sangat kaya, dan hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia sangat akrab. Kami harap hal ini bisa menjadi suatu fondasi yang akan dipakai oleh kedua belah pihak untuk mengembangkan kerja sama di semua bidang, termasuk pariwisata,” katanya menjelaskan. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: